Kondisi laut Selat Sunda.

CILEGON – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon bentuk satuan tugas (satgas) perlindungan laut, yang tugasnya antara lain mengawasi laut agar tidak ada yang mencemari.

“Saya kira pencemaran air di laut sudah mencapai 80% dengan melihat keadaan situasi air laut saat ini. Kita sudah coba untuk lakukan budidaya rumput laut dan kerapu tetapi tetap saja hasilnya kerdil,” ujar Bahkan Ketua Satgas HNSI Kota Cilegon Hamdi Yaying, Sabtu (16/7).

Laut tercemar, lanjut dia, nelayan yang dirugikan. Walaupun
peralatan yang dimiliki satgas untuk memantau laut masih kurang memadai, tapi optimis dapat menekan pembuangan limbah dari kapal. “Kita juga akan rutin melakukan ronda malam. Satgas kurang lebih 100 orang,” katanya.

Ia mengaku sering menyaksikan pembuangan limbah dari kapal yang sedang engker. Jika ada kapal yang ketahuan membuang limbah sembarangan, apalagi limbah berbahaya, ke laut, pihaknya akan melaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup. “Lapor sama BLH Cilegon mah percuma,” katanya. (Riko)