JAKARTA -Para tenaga honorer kategori dua (K2) merasa ada peluang besar mereka diangkat menjadi CPNS. Meski diakui, masih ada perbedaan sikap. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi tetap bersikukuh honorer K2 harus ikut tes untuk bisa diangkat CPNS. Sementara, honorer K2 maunya tanpa tes.

“Pertemuan kami dengan Pak Menteri Kamis (26/2), ada kemajuan. Walaupun belum ada titik temu tentang mekanisme pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS. Kita tahu bersama, Pak Menteri inginnya tes, sedangkan K2 tidak ingin ada tes lagi,” tutur Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih, Sabtu (28/2/2015), seperti dilansir jpnn.com.

Meski belum ada titik temu, namun Titi optimis akan diperoleh solusi terbaik bagi mereka. Terlebih honorer K2 sudah pernah dites. Pernyataan serupa diungkapkan Korwil FHK2I Cirebon Wardi. “Kami memberikan apresiasi kepada Pak Menteri tapi kami berharap nanti ada pertimbangan khusus bagi K2 untuk tes administrasi saja,” ujarnya.

Wardi menyebut, honorer K2 di seluruh wilayah Jawa Barat menaruh harapan besar agar pemerintah memberlakukan tes administrasi saja. Apalagi di Jabar tengah melakukan efisiensi dalam pengadaan CPNS. “Kalau harus tes lagi, pemda harus mengeluarkan uang banyak lagi. Mudah-mudahan ada jalan terbaik,” harapnya.

Sebelumnya, Forum Honorer Indonesia (FHI) menyambut baik dan memberi apresiasi kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Crisnandi yang akan mengakomodir K2 dalam penerimaan CPNS 2015. Apalagi MenPAN-RB akan memproritaskan usia 35 tahun ke atas dengan melihat masa kerja.

“Ini langkah positif dari pemerintah. Namun, FHI tetap meminta pemerintah untuk tidak melaksanakan tes karena akan membuka ruang KKN, permainan uang, pemborosan uang negara di tengah upaya pemerintah melakukan penghematan, dan lain-lain,” tutur Ketua Dewan Pembina FHI Pusat Hasbi, Jumat (27/2).

Alasan agar tidak melakukan tes, menurut Hasbi lantaran honorer K2 sudah pernah trauma dengan tes. Banyak K2 asli yang mengabdi puluhan tahun gagal CPNS. “Cukup tes administrasi saja. Honorer K2 ini kan sudah pernah melalui tahapan tes. K2 juga bukan produk UU ASN. K2 merupakan PR pemerintah yang belum diselesaikan dan masih berproses hingga saat ini,” terangnya.

FHI meminta dan mendesak pemerintah untuk segera mengeluarkan formulasi kebijakan untuk menyelesaikan pengangkatan K2 ini menjadi PNS tanpa tes. (jpnn)