Honorer Kemenag Dikover BPJS Ketenagakerjaan

0
327 views
Kepala Kanwil Kemenag Banten A Bazari Syam bersama Deputi Direktur Wilayah BPJS Kentenagakerjaan Kanwil Banten Eko Nugriyanto usai penandatanganan pembaharuan MoU dan Diseminasi Manfaat Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di aula Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Selasa (20/8).

SERANG – BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten melanjutkan kerja sama dengan Kanwil Kemenag Provinsi Banten dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pegawai honorer dan mitra kerja di lingkungan Kanwil Kemenag Banten. Kerja sama ini sebagai dasar bagi pegawai honorer masuk program BPJS Ketenagakerjaan.

Penandatanganan pembaharuan MoU dan Diseminasi Manfaat Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dilakukan di Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Selasa (20/8), oleh Deputi Direktur Wilayah BPJS Kentenagakerjaan Kanwil Banten Eko Nugriyanto dan Kepala Kanwil Kemenag Banten A Bazari Syam, para kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan bersama kepala Kantor Kemenag kabupaten dan kota di Banten.

Kepala Kanwil Kemenag Banten A Bazari Syam mengungkapkan, ada sekira 36 ribu pegawai yang bukan aparatur sipil negara (ASN). Mereka terdiri atas guru raudhatul athfal (RA), guru madrasah diniah awaliyah (MDA), hingga penyuluh agama yang tersebar di Banten. “Mereka inilah yang harus diberikan kepastian perlindungan,” ujar Bazari.

Menurut Bazari, pihaknya tidak punya anggaran khusus untuk itu. Namun, diupayakan teknisnya sehingga pegawai honorer bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan MoU tersebut, ia berharap semua pihak di Kemenag dapat menyosialisasikan program jaminan sosial ketenagakerjaan agar semuanya dapat mengetahui manfaatnya. “Waktu program keluarga berencana pertama ada, masyarakat Banten banyak yang enggan masuk. Tapi setelah tahu manfaatnya, malah berbondong KB. Begitu juga dengan BPJS Ketenagakerjaan ini. Jangan-jangan masih banyak yang belum mengetahui manfaat,” ungkap Bazari.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten Eko Nugriyanto mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan kerja sama lanjutan. “Ini kita perpanjang lagi, sekaligus memasukkan beberapa regulasi baru yang perlu disampaikan,” katanya.

Menurut dia, honorer merupakan salah satu yang masuk dalam kategori berisiko mengalami kecelakaan kerja. Ia berharap dapat mengikuti empat program, namun karena disesuaikan dengan anggaran paling tidak dapat mengikuti dua program saja yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian. “Iurannya terjangkau hanya Rp16.800 untuk satu bulan, nanti tinggal tekhniknya saja seperti apa, dan cara untuk menjadi seperti apa akan kita sampaikan,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon Mahfudin bercerita manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Ada salah satu gurur honorer di Cilegon yang baru terdaftar tiga bulan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Kemudian Allah memanggil beliau. Semoga husnul khotimah,” ungkapnya

Di saat pihaknya sedang kebingungan, lanjut Mahfudin, Kepala Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan Cilegon Masbuki datang dan mengajak bertakziyah ke rumah duka dan sudah menyiapkan uang santunan sebesar Rp24 juta dari BPJS Ketenagakerjaan. “Kami mengucapkan terima kasih atas santunan tersebut. Keluarga almarhum juga mengucapkan terimakasih dan merasakan manfaat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Berangkat dari manfaat itu, lanjut dia, pihaknya kemudian mengumpulkan guru honorer mulai dari RA, MI, MTS, MA. Berdasarkan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan tahun 2017, saat itu pula ada 151 honorer yang masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut kemudian terus ditindak lanjuti supaya para honorer masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. (aas)