Hotel Grand Krakatau Jual Miras Tanpa Surat Izin

0
238
Ilustrasi minuman keras.

SERANG – Hotel Grand Krakatau (GK) di Kota Serang melayani penjualan minuman keras atau beralkohol. Padahal hotel di Jalan Raya Serang-Jakarta Km 4, lingkungan Pakupatan, Kelurahan Penancangan, Cipocokjaya ini diduga tak mengantongi izin usaha penjualan miras.

Tak hanya menjual miras tipe A yang mengandung alkohol berkadar lima persen, hotel bintang satu ini juga menjual miras tipe B dan C. Miras tipe B mengandung kadar alkohol lebih dari lima persen hingga 20 persen. Sedangkan miras tipe C mengandung alkohol lebih dari 20 persen sampai 55 persen.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 2 Tahun 2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol diatur, perusahaan penyedia miras wajib mengantongi izin. Antara lain, surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol (SIUP-MB) untuk distributor. Lalu surat keterangan pengecer golongan A (SKP-A) untuk pengecer miras golongan A, dan surat keterangan pengecer langsung golohan A (SKPL-A) untuk pengecer langsung.

Informasi yang dihimpun, Hotel Grand Krakatau sebagai sebagai penjual atau pengecer langsung memilik surat keterangan bermonor 071/IPL-IX/2015 yang ditandatangani Hendra Adinata selaku Direktur PT Inderata Prima Lestari sebagai distributor. Seharusnya, berdasarkan Permendag No 2 tahun 2014 SKP-A dan SKPL-A dikeluarkan Dirjend PDN melalui unit pelayanan perdagangan.

PT Inderata Prima Lestati yang menjadi distributor miras untuk Hotel Grand Krakatau juga tidak mengantongi SIUP-MB. Dari dokumen yang ada, SIUP-MB milik PT Inderata Prima Lestari telah habis masa berlakunya per 29 Setember 2015. Bahkan, semestinya distributor itu tidak memasok miras untuk wilayah Banten. Sebab, dalam SIUP-MB yang masa berlakunya telah habis tersebut, wilayah distribusinya tidak sampai ke Provinsi Banten.

Selain itu, dalam Permendag pasal 28 ada larangan berjualan miras di wilayah tertentu. Di antaranya, gelanggang remaja, kaki lima, terminal, stasiun, kios-kios kecil, penginapan remaja, dan bumi perkemahan. Lalu tempat ibadah, rumah sakit, dan sekolah. Padahal lokasi Hotel Grand Krakatau yang berada di Jalan Raya Serang-Jakarta Km04, Lingkungan Pakupatan, Penancangan, Kota Serang berdampingan dengan klinik kesehatan. Lalu di seberangnya berderet dua kampus, sekolah yang juga tidak jauh dari terminal.

Jumat (20/9) Radar Banten mengonfirmasi pihak Hotel Grand Karakatau. Hanya saja, saat ke lokasi hotel tersebut, pihak pengelola tidak bisa dimintai keterangan. “Pengelolanya di Jakarta dan jarang ke sini,” kata perempuan yang bertugas sebagai front office tanpa menyebutkan namanya.

Saat ditanya jadwal pengelola mengunjungi, perempuan ini juga tidak bisa memastikan. Ia lantas memberikan kontak person Admin Purchasing Hotel Gran Krakatau yang diketahui bernama Tb Irfan. “Silakan kotak saja, itu nomer WA-nya (WhatsApp-red),” perempuan itu.

Tb Irfan saat dihubungi via pesan WhatsApp tidak mengelak jika Hotel Grand Krakatau tidak memiliki izin penjualan miras. “Terakhir saya denger surat izinnya sedang diurus pa,” singkatnya.

Irfan tidak tahu kapan pastinya surat izin ada karena dia hanya mengaku sebagai admin saja. “Ada (surat izin-red) cuma sudah mati. Sekarang lagi diurus lagi,” katanya. (Ken Supriyono)