Hujan Deras, Banjir Landa Tiga Kecamatan

0
1194
Pegawai BPBD Kabupaten Pandeglang membawa perahu karet untuk mengevakuasi korban banjir di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Rabu (27/1) sore.

PANDEGLANG – Hujan lebat yang terjadi sejak Selasa (26/1) siang hingga Rabu (27/1) sore menyebabkan wilayah Kecamatan Patia, Pagelaran, dan Kecamatan Saketi, dilanda banjir.

Selain ratusan rumah, luapan aliran sungai Cilemer itu juga merendam ratusan hektare lahan pertanian masyarakat.

Kepala Desa (Kades) Idaman, Kecamatan Patia Hilman mengatakan, hingga Rabu (27/1) petang sekira pukul 18.00 WIB debit air yang merendam permukiman warga masih terus naik antara 50 sampai 100 sentimeter.

“Kondisi airnya sejak siang sampai petang ini masih naik. Setiap hujan lebat, wilayah Idaman selalu terkena banjir,” katanya, kemarin.

Hilman menerangkan, banjir yang terjadi itu diakibatkan meluapnya empat aliran sungai, yakni sungai Cilemer, Cimoyan, Cikadueun, dan Cisata. Masalah pendangkalan keempat aliran sungai yang terjadi sejak beberapa tahun lalu itu, hingga kini belum diatasi sehingga air selalu meluap dan merendam rumah warga ketika diguyur hujan.

“Normalisasi sungai belum ada, padahal tahun lalu sudah dilakukan pengukuran oleh Pemprov Banten, tetapi sampai sekarang belum direalisasikan,” katanya.

Hilman berharap, Pemkab Pandeglang melalui instansi terkait bisa segera memberikan bantuan kepada 150 Kepala Keluarga (KK) di desanya. Soalnya, kata dia, ratusan warga tidak bisa menempati rumahnya karena terendam air dari luapan empat aliran sungai tersebut.

“Bantuan belum ada. Mudah-mudahan bisa segera dibuatkan tenda pengungsian, karena banyak warga yang harus pindah ke lokasi yang lebih tinggi,” katanya.

Ketua Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang Ade Mulyana mengaku, terus melakukan pemantauan dan pemberian bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir di tiga kecamatan tersebut.

Kata dia, mengenai bantuan sembako dan lainnya, pihaknya sedang melakukan pendataan untuk disampaikan kepada instansi terkait. “Masih kita data, karena di sebagian wilayah kondisi air mulai surut. Tetapi di sebagian wilayah lainnya air masih naik. Kita akan sampaikan agar bantuan bisa segera dikirim kepada korban banjir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Damkar, Kedaruratan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Emil Salim mengaku, anggotanya masih di lapangan dan membantu masyarakat yang terkena dampak banjir. “Anggota kita tetap di lapangan sampai banjir surut. Bantuan juga sudah kita siapkan dan akan segera kita kirimkan kepada korban banjir,” katanya. (dib/zis)