Jalan penghubung Kampung Seah-Bujal, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, yang longsor diperbaiki warga.

LEBAK – Jalan penghubung Kampung Seah-Bujal, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak sepanjang 50 meter longsor , pada Jumat (10/3) pukul 16.00 WIB. Warga secara sukarela bergotong royong membuat penahan dari bambu agar tidak longsor lagi dan bisa dilalui warga menggunakan sepeda motor.

Kata Ahmad Nagfir, warga Kampung Seah, hujan deras yang mengguyur wilayah Cipanas pada Kamis (9/3) dan Jumat (10/3) lalu menyebabkan sungai Ciberang meluap. “Air Ciberang meluap dan menggerus badan jalan,” kata Nagfir kepada Radar Banten, Sabtu (11/3).

Pasca-longsor, kata dia, warga Kampung Seah yang hendak ke Kecamatan Cipanas harus menggunakan jalan alternatif yang jaraknya lima kilometer, yakni melalui Pasar Gajrug. “Peristiwa ini sudah dilaporkan pemerintah desa dan kecamatan kepada Bupati. Bahkan, tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR-red) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD-red) sudah turun ke lapangan,” katanya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak Wawan Kuswanto mengapresiasi upaya masyarakat yang gotong royong membuat jalan sementara. “Walaupun, jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki,” paparnya.

Wawan mengaku, tim dari Dinas PUPR dan BPBD Lebak sudah turun ke lapangan untuk melihat kondisi jalan longsor. Hasil penelitian di lapangan, longsor di Jalan Kampung Seah-Bujal bukan hanya akibat luapan air Sungai Ciberang, tetapi juga akibat air dari areal pesawahan yang ada di atas badan jalan. “Rencananya, Dinas PUPR dan BPBD akan membuat jalan permanen. Karenanya, kita minta masyarakat rela jika ada sawahnya yang terpakai badan jalan,” katanya. (Mastur/Radar Banten)