Hujan Lebat, Ribuan Warga Merak Kebanjiran

Banjir Merak
Petugas BPBD Cilegon didampingi Lurah Tamansari Eddi Sugara (kiri) meninjau lokasi banjir di Lingkungan Sawah, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Minggu (28/2/2016) dini hari. (Foto: BPBD Cilegon)

PULOMERAK – Hujan lebat yang ‎mengguyur Kecamatan Pulomerak, Minggu (28/2/2016) dini hari, menyebabkan sebagian besar wilayah tersebut tergenang. Kelurahan Tamansari menjadi wilayah paling parah dengan 4.871 rumah terendam. Kondisi drainase buruk disertai air laut pasang membuat banjir meluas.

Dilansir dari Harian Radar Banten, ketinggian air yang menggenangi rumah warga sampai pinggang orang dewasa. Untuk menyelamatkan barang berharga, warga memindahkan ke tempat lebih tinggi. Beruntung genangan air tidak berlangsung lama karena air berangsur surut pada pagi hari sehingga warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Nanang, salah seorang warga mengatakan, banjir yang terjadi di tempat tinggalnya lantaran drainase tersumbat akibat tumpukan sampah. Selain itu, padatnya permukiman warga mengakibatkan drenase banyak yang tidak berfungsi. “Itulah penyebab Lingkungan Kampung Sawah menjadi langganan banjir ketika musim hujan,” ujarnya.

Dia berharap, pemerintah segera melakukan tindakan sehingga masyarakat tidak merasa khawatir kebanjiran. “‎Kalau hujannya deres, biar cuma sebentar pasti kebanjiran, bahkan airnya bisa sampai sepinggang orang dewasa,” katanya, kemarin‎.

Hal yang sama diungkapkan Rahmawati, warga Lingkungan Batu Bolong. Kata dia, daerah tempat tinggalnya merupakan langganan banjir karena tidak ada drainase dan berada di antara Bukit Batu Bolong dan jalan raya. “Karena jalan rayanya lebih tinggi dari permukiman warga, belum lagi dinding Bukit Batu Bolong yang mengitari permukiman kami,” katanya.

Lurah Tamansari Eddi Sugara mengatakan, banjir terparah ada di RT 01 dan RT 02, tetapi hal itu tidak berlangsung lama, karena air sudah mulai surut. Selain itu lanjutnya, Lingkungan Kampung Sawah dan Batu Bolong merupakan daerah langganan banjir. “Warga saat banjir ada yang tetap bertahan di rumah dan ada yang mengungsi di musala,” katanya.

Beruntung Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat memberikan bantuan nasi bungkus dan bahan sembako lainnya kepada korban banjir. “Alhamdulillah pada pagi hari air sudah surut,” katanya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilegon Purwadi mengaku langsung melakukan upaya antisipasi setelah dirinya menerima laporan banjir. Ia bersama PMI dan Dinsos Cilegon langsung memantau lokasi dan memberikan bantuan. “Prediksi BMKG hujan akan terus hingga hari ini (kemarin), kami bukan memprediksi adanya banjir susulan tapi warga harus tetap waspada,” ujarnya. (RB/mg10-mg01/ibm/ags)‎