Hunian di Serpong Banyak Keunggulannya

TANGERANG –   Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong mengatakan, kawasan Serpong tetap menjadi salah satu pilihan para pembeli hunian baik landed maupun apartemen karena pertumbuhan kawasan itu sangat bagus.

“Minat masyarakat sangat tinggi terhadap hunian di Serpong karena memiliki banyak keunggulan, seperti wilayahnya yang sangat strategis dan sudah menjelma menjadi urban city,” ungkap Lukas Bong di sela-sela pada peletakan batu pertama pembangunan tower ketiga Serpong Garden Apartment di Tangerang, Sabtu (2/11).

Serpong Ganden Apartement dibangun oleh PT Hutama Anugrah Propertindo. Perusahaan kolaborasi PT Harapan Inti Persada Indah (HIPI) dan Karya Cipta Group itu memulai pembangunan tower ketiga Serpong Garden Apartement yang berlokasi di kawasan Cisauk,  Serpong, Tangerang.

Direktur PT Hutama Anugrah Propertindo Stanislas Hartanto, mengatakan Serpong Garden Apartement memulai pembangunan tower ketiga menyusul tingginya permintaan hunian apartemen yang mudah diakses transportasi publik. Pembangunan tower ketiga yang mulai dibangun diharapkan bisa diserahterimakan pada konsumen akhir 2021 atau awal 2022.

“Prosesi ground breaking ini sekaligus menunjukkan bukti komitmen kami kepada konsumen yang telah membeli maupun calon pembeli di proyek Serpong Garden Apartment,” ujar Stanislas Hartanto di sela peletakan batu pertama pembangunan tower ketiga Serpong Garden Apartment.

Mengusung konsep transit oriented development (TOD), Serpong Garden Apartment dikembangkan di atas lahan seluas 2,7 hektare dan terdiri dari lima tower apartemen dengan total luas bangunan mencapai 171.000 m2. Apartemen yang merangkum sebanyak 5.000-an unit dengan perkiraan total investasi sebesar Rp1,2 triliun itu dibangun dalam beberapa tahapan dengan masa pengembangan selama lima tahun.

Clements Papin Iswara, GM Marketing Serpong Garden Apartment menambahkan, saat ini kawasan apartemen Serpong Garden sudah terintegerasi langsung dengan kawasan Stasiun Commuterline Cisauk dan dihubungkan langsung oleh jembatan Skybridge. Integrasi ini juga memudahkan penghuni menuju ke sentral bisnis di Jakarta, Sudirman, dan CBD dengan waktu tempuh hanya sekira 45 menit.

“Serpong Garden Apartment merupakan pengembangan berorientasi TOD yang memaksimalkan fasilitas hunian, bisnis dan hiburan yang dapat diakses dengan mudah karena terintegrasi dengan layanan transportasi umum stasiun, terminal dan pasar modern,” jelas Clements.

Clements menjelaskan, sebagai tahapan pertama telah dipasarkan tower Cattleya yang merupakan tower pertama dan Bellerosa, tower kedua. Ditawarkan dengan harga awal terendah mulai dari Rp200 jutaan hingga Rp300 jutaan, kedua tower itu berhasil terjual hanya dalam waktu singkat.

“Keberhasilan penjualan unit-unit di Serpong Garden Apartment tersebut membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap hunian berkonsep TOD seperti Serpong Garden Apartment sangat tinggi,” imbuh Clements.(jpc/aas/ira)