HUT ke-12 Kota Tangsel, Penuh Tantangan tapi Mampu Ukir Prestasi

0
481
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, anggota DPRD Kota Tangsel, dan tokoh masyarakat memotong tumpeng setelah rapat paripurna istimewa HUT ke-12 Tangsel di DPRD Kota Tangsel, Kamis (26/11).

TANGSEL – Kota Tangsel genap berusia 12 tahun sejak pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Di usia yang relatif masih muda itu, roda pembangunan sudah bergerak cepat.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, saat ini  menghadapi tantangan yang tak mudah yakni pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kehidupan. “Dampaknya mempengaruhi berbagai aspek kehidupan kita. Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan juga terpengaruh, hal ini menyebabkan hari ulang tahun berbeda dari tahun sebelumnya,” ujarnya saat sidang paripurna istimewa HUT ke-12 Tangsel di DPRD Tangsel, Kamis (25/11).

Kata Airin, pandemi Covid-19 in adalah ujian yang harus dilewati. Ia optimistis bahwa ujian itu akan dapat dilewati dengan baik. “Selama 12 tahun kita telah melalui berbagai tantangan namun  mampu menorehkan berbagai penghargaan,” katanya.

Airin juga mengatakan bahwa APBD Kota Tangsel tiap tahun meningkat. Di tengah Covid-19 kerja keras dan cerdas diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan dan prestasi. Pencapaian dalam bentuk penghargaan dan pengakuan dari luar bukan tujuan utama tapi bagaimana membangun dan menata kota dan terus berkembang menjadi lebih baik lagi.

“Termasuk menciptakan kesejahteraan rakyat lebih baik dengan apa yang sudah, sedang dan akan kita lakukan. Di tengah pandemi Covid-19 kita terus melakukan berbagai kebijakan program dan kegiatan,” jelasnya.

Ibu dua anak ini menjelaskan, ada beberapa program pembangunan dan penataan kota yang dilakukan tahun ini. Seperti, membangun SMPN 18 dan SDN Ciater 2, gedung layanan publik di Cilenggang, tahap akhir gedung pusat inkubasi koperasi dan UMKM, Pasar Gintung, dan Ciputat.

Termasuk kerja sama dengan pemerintah pusat membangun Flyover Gaplek, penataan Kali Jaletreng,  pembangunan dan pendesrian Jalan Rawabuntu, pelebaran Jalan Bhayangkara dan pembangunan tandon Lengkong Wetan, dan sebagainya.

Di masa akhir jabatannya ini, Airin juga mengucapkan terima kasih kepada tokoh pendiri, penggagas, alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama  media, kader kesehatan, RT, RW,  kelurahan, kecamatan, dan lainnya yang memiliki misi visi yang kompak untuk membangun Kota Tangsel.

“Saya bangga menjadi Walikota Tangsel karena masyarakatnya luar bisa dan partisipasi publiknya juga luar biasa,” tutupnya.

Sementara Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid mengatakan, pembentukan Kota Tangsel  berdasarkan keinginan dan aspirasi masyarakat  Tangsel untuk meningkatkan pelayanan publik dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

“Pada 27 Desember 2006, DPRD Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangsel berdasarkan Surat Keputusan DPRD Kabupaten Tangerang No 28 Tahun 2006,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Ocil ini menambahkan, dengan terbentuknya Kota Tangsel sebagai daerah otonom perlu melakukan berbagai upaya peningkatan kemampuan ekonomi. Termasuk penyiapan sarana dan prasarana pemerintahan, pemberdayaan dan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) sesuai dengan perundang-undangan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. “Mudah-mudahan kita diberi kesabaran dan kesehatan menghadapi pandemi Covid-19, sehingga kita tetap bisa melayani dan memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat Tangsel,” tutupnya.

Setelah rapat paripurna selesai, dilakukan pemotongan tumpeng yang dibuat 12 tingkat yang menandakan usia Kota Tangsel. Lalu pemotongan tumpeng di 7 kecamatan yang dilakukan secara virtual. (bud/alt)