HUT Ke-74 Bhayangkara, Kapolda Banten: Berikan Layanan Terbaik kepada Masyarakat

0
928 views
Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Fiandar

SERANG – Rabu (1/7) hari ini korps Bhayangkara berulang tahun. Di usianya yang ke-74 tersebut Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Fiandar meminta kepada semua anggotanya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jenderal polisi bintang dua itu tidak ingin polisi dalam pelayanan terhadap masyarakat memposisikan diri sebagai penguasa atau pun meminta dilayani.

“Harapan saya kepada semua anggota berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, layani masyarakat seperti bos. Paradigmanya bukan kita yang dilayani tetapi kita menjadi pelayan masyarakat,” kata Fiandar kepada Radar Banten belum lama ini.

Paradigma pelayan terhadap masyarakat tersebut harus ditanamkan di setiap anggota. Dengan begitu, polisi akan mendapat empati di masyarakat. “Jangan memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai penguasa apalagi feodal enggak zamannya lagi,” kata pria kelahiran Bandung, Jawa Barat tersebut.

Mantan Gubernur Akpol tersebut meminta dalam pelayanan terhadap masyarakat harus mengedepankan rasa humanis. Pola tersebut akan mendekatkan polisi dengan masyarakat. “Kalau meriksa pelakukan masyarakat dengan empati dan humanis,” ucap Fiandar.

Terkait penegakan hukum, Fiandar mengarahkan untuk tidak mempertimbangkan aspek legalitasnya saja. Aspek legitimasi juga harus dapat dibaca oleh penyidik sehingga tidak menimbulkan dampak yang luas. “Kepada penyidik, aparat penegak hukum di jajaran Polda Banten jangan hanya pendekatan legal saja, sudah P21 (berkas perkara lengkap-red) selesai, tapi aspek legitimasinya kurang. Nurani masyarakat yang kadang jadi alat ukurnya, jadi kita harus mempertimbangkan aspek legitimasinya dan itu harus bisa dibaca (penyidik-red),” kata Fiandar.

Ditegaskankan Fiandar, penegakan hukum tidak hanya penerapan delik. Aspek penerimaan masyarakat harus dipertimbangkan. “Kadang ada faktor X yang mempengaruhi, ada faktor agama dan budaya. Bisa mengambil langkah seperti restorative justice (penyelesaian diluar pidana-red) atau pun penyelesaian masalah dengan pendekatan sosiologis, kalau ahlinya Satjipto Raharjo. Jadi hukum itu tidak berdiri dan hidup di dunia hampa,” kata Fiandar.

Fiandar juga meminta kepada penyidik untuk tidak menggantung nasib orang dalam perkara. Setiap perkara kata dia harus dituntaskan dengan melalui prosedur yang telah ditetapkan. “Pada prinsipnya semua harus dituntaskan, kan ada tahapan proses yang harus dilalui,” kata Fiandar.

Fiandar mengatakan berkaitan dengan HUT Polri ke-74 ini tema yang diusung adalah Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Produktif. Artinya, Polri harus mampu menyikapi situasi yang aman sehingga berkontribusi untuk masyarakat secara produktif baik dalam hal kesehatan maupun ekonomi. “Sementara tantangan yang bakal dihadapi Polri ke depan adalah persatuan dan kesatuan masyarakat khususnya dalam menghadapi pilkada yang akan dilaksanakan secara serentak,” kata Fiandar.

Saat ini yang perlu ditekankan lanjut Fiandar adalah pembinaan personel serta pemanfaatan teknologi informasi kepolisian untuk mengedukasi masyarakat sehingga patuh terhadap peraturan. “Dan juga ditekankan perlunya netralitas personel dalam menghadapi pilkada,” ucap Fiandar.

Fiandar berharap di usia Polri yang ke-74 ini masyarakat membantu kepolisian dalam menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. “Kami keluarga besar Polri khususnya Polda Banten mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menciptakan kamtibmas yang kondusif,” tutur Fiandar. (mg05/air)