I Leave My Heart in Lebanon, Kisah Perjuangan TNI Jaga Perdamaian Dunia

0
715 views
Suasana press screening I Leave My Heart in Lebanon di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/12). Foto: JawaPos.com

 

RUMAH produksi TeBe Silalahi Pictures akhirnya mempersembahkan film terbaru berjudul, I Leave My Heart in Lebanon. Film ini bercerita soal kiprah pasukan TNI saat bertugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB.

Dalam misinya di sana, aparat yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII (Pasukan Garuda) itu tidak hanya mencegah konflik dua negara yang sedang berselisih. Melainkan juga memberikan bantuan sosial kepada warga setempat. Oleh sebab itu TNI mendapat nama sangat baik di Lebanon.

“Ide ini dari saya. Ceritanya dari pengalaman saya saat menjadi Kontingen Garuda di Mesir tahun 1973,” kata Letjen TNI (Purn). Dr. (HC) Tiopan Bernhard Silalahi sebagai produser saat press screening di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/12), sebagaimana dilansir JawaPos. com.

Menurut TB Silalahi butuh perjuangan berat untuk menyelesaikan film I Leave My Heart in Lebanon. Sebab proses syuting langsung dilakukan di Indonesia dan Lebanon. Tim produksi harus mengambil gambar selama 24 hari di daerah konflik. Termasuk kesiapan pemain yang harus tahu betul aturan para TNI.

“Kami mengalami kendala hambatan karena tentara di sana (Lebanon) melarang syuting di beberapa daerah,” jelasnya.

“Tapi kami selesaikan hambatan itu, semua bisa dibuat dengan baik. Dan film ini tujuannya pengin memotivasi bahwa Kontingen Garuda menjadi yang terbaik di daerah sana seperti Lebanon dan Afrika,” sambung TB Silalahi.

Kapten Satria menjadi tokoh utama dalam film I Leave My Heart in Lebanon. Dia berkewajiban menjalani tugas rutin dan diselingi berbagai kejadian serangan yang mengancam nyawa. Salah satunya yakni mengatasi perang antara tentara Israel dengan tentara Lebanon.

Tidak hanya soal tugas TNI, film ini juga menceritakan berbagai kisah pihak keluarga aparat yang harus merelakan aparat itu berangkat menjadi pasukan perdamaian. Seperti Satria yang dihadapkan dengan kisah percintaan rumit dengan tunangannya yang harus menunggu satu tahun lebih.

Film karya sutradara Benni Setiawan itu melibatkan sederet bintang yakni Rio Dewanto, Boris Bokir, Yama Carlos, Revalina S. Temat, Baim Wong, Deddy Mizwar, Tri Yudiman, dan aktris Lebanon, Jowy Khoury.

Selain itu ada juga penampilan khusus sejumlah personel TNI dengan persenjataan lengkap. Para pemain yang berperan sebagai tentara diwajibkan melaksanakan pelatihan militer sebelum memasuki proses syuting. Selama empat hari, Rio Dewanto cs dididik di kemiliteran di Batalion Infantri 328/Para Raider Kostrad, Cilodong.

Film I Leave My Heart in Lebanon tayang mulai 15 Desember 2016 di seluruh bioskop tanah air. (ded/JPG)