IAI Ingatkan Para Apoteker untuk Beri Info Detail Obat Konsumen

0
617 views
Suasana Workshop Pelayanan Informasi Obat di Sarana Kesehatan, yang diadakan di gedung Graha Pena, Rabu (18/11/2015)

SERANG – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) ingatkan anggotanya untuk memberikan informasi secara detail kepada konsumen, terkait dengan obat yang dibeli di tempatnya. Sebab, pihaknya masih menemukan apoteker yang tidak memberikan informasi kepada konsumen.

Ketua Pengurus Cabang IAI Kota Serang, Usep Khudory, mengatakan konsumen memiliki hak untuk menerima informasi yang berkaitan dengan obat yang dibelinya, dan apoteker memiliki kewajiban menerima informasi tersebut.

“Para apoteker itu wajib memberikan informasi terkait obat yang dibeli konsumen, karena itu hak si konsumen. Jika tidak maka IAI tidak akan memberikan satuan kredit partisipasi (SKP) kepada apoteker tersebut,” kata Usep kepada wartawan usai kegiatan Workshop Pelayanan Informasi Obat di Sarana Kesehatan, yang diadakan di gedung Graha Pena, Rabu (18/11/2015).

Usep menjelaskan, SKP sendiri merupakan untuk resertifikasi profesi Apoteker bagi apoteker yang masa berlaku Sertifikat Kompetensinya akan atau sudah habis masa berlakunya, maka syarat perpanjangannya dapat ditempuh dengan metoda Satuan Kredit Partisipasi (SKP). Menurutnya pemberian informasi secara detail kepada pasien tersebut sangat penting, karena menyangkut kesehatan.

“Selama ini yang terjadi di lapangan, ketika ada konsumen hendak membeli obat, sebagian apoteker hanya memberikan hanya memberitahukan aturan pakai saja. Tanpa memberikan informasi lebih jelas seperti indikasi, efek samping dan lain sebagainya,” jelas Usep.

Selain itu, Usep juga mengimbau kepada konsumen yang membeli obat di apotek untuk lebih komperatif menanyakan lebih jelas terkait obat yang dibelinya. Karena terkadang konsumen juga tidak menanyakan lebih jelas kaitan obat yang dibelinya.

“Jadi keduanya harus komperatif, karena biasanya ketika ramai pembeli, si apoteker lupa atau tidak sempat memberikan informasi terkait obat yang dibeli oleh konsumen,” katanya.

Kepala seksi (Kasie) Obat dan‎ Alat kesehatan (Alkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ade Elman mengatakan, penjelasan setiap item obat yang dibeli konsumen itu harus ada penjelasan dari apoteker, karena apoteker itu yang lebih paham.

Supaya konsumen juga tahu akan efek samping dari obat yang diminumnya, kemudian indikasi dan seterusnya. Agar ketika ada efek samping yang dirasakan, konsumen tidak kaget karena sudah tahu sebelumnya. “Ini penting, karena menyangkut dengan kesehatan, karena salah mengonsumsi obat itu fatal akan berdampak pada kesehatan,” katanya. (Fauzan Dardiri)