Ibu dengan Diabetes, Bolehkah Menyusui?

MENYUSUI merupakan langkah awal terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Para pakar kesehatan telah sepakat bahwa ASI adalah cairan dengan kandungan zat gizi paling lengkap untuk bayi. Namun bagaimana bila ibu dengan diabetes ingin menyusui?

Setiap ibu dianjurkan memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan dan kemudian dilanjutkan hingga dua tahun. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang membuat ibu enggan untuk menyusui. Salah satunya adalah bila ibu mengalami diabetes.

Banyak ibu dengan diabetes masih ragu apakah dirinya boleh menyusui atau tidak. Kabar baiknya adalah ibu dengan diabetes tetap bisa menyusui.

Ada beberapa tipe diabetes, yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional.

1. Diabetes tipe 1 disebabkan kekurangan insulin akibat kerusakan sel pankreas yang menghasilkan insulin. Tipe ini paling sering terjadi pada anak atau dewasa muda.

2. Diabetes tipe 2 merupakan bagian dari penyakit metabolik tubuh, dimana insulin yang dihasilkan tidak dapat dimanfaatkan untuk metabolisme gula darah.

3. Diabetes gestasional merupakan diabetes yang baru didiagnosis saat kehamilan usia 20 minggu. Umumnya akan membaik setelah melahirkan.

Ketiga tipe tersebut dapat terjadi pada ibu hamil dan menyusui, tetapi diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional adalah tipe yang paling sering.

Manfaat menyusui bagi ibu dengan penyakit diabetes

Terlepas dari tipe diabetes yang dialami, menyusui mendatangkan banyak manfaat bagi ibu dengan penyakit diabetes, di antaranya:

1. Membantu menurunkan berat badan setelah melahirkan, sehingga risiko obesitas serta penyakit metabolik lainnya termasuk diabetes pun berkurang.

2. Membuat tubuh ibu memanfaatkan insulin dengan lebih efektif, sehingga kadar gula relatif lebih stabil. Bagi ibu yang mengalami diabetes gestasional, kadar gula darah dapat kembali normal lebih cepat bila ibu menyusui.

3. Mengurangi kebutuhan ibu akan terapi insulin.

4. Mengurangi risiko terkena penyakit kanker payudara dan kanker indung telur (kanker ovarium) di kemudian hari.

5. Hormon oksitosin yang dikeluarkan saat menyusui akan membuat ibu merasa lebih nyaman dan senang.

Fakta tersebut telah didukung oleh studi ilmiah yang menunjukkan bahwa menyusui membawa dampak jangka panjang yang positif bagi ibu dan bayi. Bagi bayi, selain sebagai sumber nutrisi, ASI juga bisa mengurangi risiko kelebihan berat badan (obesitas) dan terkena diabetes mellitus saat dia dewasa. (NP/RVS/klikdokter/JPNN)