Ibu Hamil Tewas Jatuh dari Jembatan Gantung di Lebak

0
872 views
Kondisi Jembatan Gantung Cikadu setelah pasangan suami istri terjatuh.

LEBAK – Kokom (28), warga Kampung Babakan Aceh, Desa Sobang, Kecamatan Sobang, tewas setelah motor yang dikemudikan suaminya, Edi, terjatuh dari Jembatan Gantung Cikadu, Sabtu (18/2), sekira pukul 8.00 WIB. Ibu yang sedang hamil ini meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan suaminya mengalami patah tulang di bagian kaki.

Pasangan suami istri ini setiap hari melewati Jembatan Gantung Cikadu yang menghubungkan Kampung Babakan Dalem, Desa Sobang, Kecamatan Sobang, dengan Kampung Cikadu, Desa Jagaraksa, Kecamatan Muncang. Namun nahas, saat melintasi jembatan gantung tersebut, di tengah-tengah jembatan, ban motor bagian belakang terperosok. Edi dan Kokom berikut Honda Blade B 3888 BET yang ditumpanginya terjun bebas ke sungai. Tubuh pasangan suami istri (pasutri) asal Sobang ini jatuh membentur bebatuan sehingga mengakibatkan Kokom meninggal, sebelum dibawa ke Puskesmas Pembantu (Pustu). Kokom kemudian divisum dan selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan. Sementara itu, Edi, (suami Kokom) mengalami patah tulang kaki dan belum bisa digerakkan.

Suhendi, Sekretaris Desa (Sekdes) Sobang menyatakan, Jembatan Cikadu yang melintasi anak Sungai Ciminyak dibangun sejak 2010 menggunakan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dengan panjang kurang lebih 50 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 12 meter dari dasar sungai. Kondisi jembatan gantung, kini sudah lapuk dengan kondisi kayu yang menjadi badan jembatan sudah banyak yang ditambal. Begitu juga dengan besi penyangga jembatan yang sudah mulai berkarat. Edi dan Kokom hendak berangkat ke sawah di Desa Jagakarsa, Kecamatan Muncang. Namun nahas, kayu papan yang menjadi alas jembatan gantung patah sehingga ban belakang motor terperosok dan akhirnya jatuh ke sungai,” kata Suhendi kepada Radar Banten, Minggu (19/2).

Menurut Edi, masyarakat Sobang dan Muncang setiap hari terpaksa menggunakan jembatan gantung tersebut karena tidak ada jalan lain. Jembatan Gantung Cikadu itu, lanjut dia, merupakan jalan paling dekat bagi masyarakat Sobang menuju Kecamatan Muncang sehingga banyak masyarakat melewatinya. “Untuk pejalan kaki, masih bisa digunakan. Tapi, kalau motor kita setop, karena khawatir membahayakan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak Eka Dharmana Putra bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang meninjau jembatan gantung, Sabtu (18/2) sore, meminta warga agar berhati-hati ketika melintas di atas Jembatan Gantung Cikadu karena kondisinya rusak parah.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Lebak Entoy Saepudin menyatakan, Dinas PUPR akan segera mengganti kayu lantai jembatan dan menarik sling utama yang rusak. “Kita upayakan secepatnya jembatan tersebut diperbaiki karena jembatan tersebut menjadi akses satu-satunya masyarakat Sobang yang akan ke Kecamatan Muncang,”katanya. (Mastur/Nurabidin/Radar Banten)