Ibu-ibu Ciptakan Penganan Kerupuk Baper dan Abon Lele

0
800 views
Anggota kelompok usaha pengolah ikan Sri Juwana Makmur, Kampung Kawidaran, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Eva Wahyuningsih (kanan) menunjukkan produk kerupuk ikan lele miliknya.

Ikan lele, tidak melulu identik dengan kuliner pecel lele. Olahan dagingnya berbentuk kerupuk juga laris manis. Hal tersebut dibuktikan oleh kelompok usaha pengolah ikan di Kampung Kawidaran, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Setiap bulannya, bisa mencapai omzet jutaan rupiah.

WIVY HIKMATULLAH – Cikupa

IKAN lele. Si ikan berkumis dan memiliki patil itu takluk di tangan terampil ibu-ibu kelompok pengolah ikan Sri Juwana Makmur di Kampung Kawidaran Desa Cikupa. Meski menggunakan alat seadanya, daging si ikan berkumis itu disulap menjadi kerupuk gurih yang bikin ketagihan. Bahkan omzetnya menjanjikan.

Usaha pembuatan kerupuk berbahan dasar ikan lele yang diberi merek kerupuk baper itu mulai dirintis sejak September 2018. Eva Wahyuningsih, salah satu anggota kelompok usaha tersebut mengatakan, proses pembuatan kerupuk baper masih sederhana. ”Kami membuat adonannya masih pakai tangan karena belum punya processor dan iris adonan pun masih pakai pisau biasa. Makanya, kadang keteteran tangani pesanan. Belum lagi kalau musim hujan, pasti menghambat produksi karena kami belum punya oven dan masih mengandalkan sinar matahari. Kalau hujan, ya kami enggak produksi,” katanya saat dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (5/5).

Dirintis secara perlahan, kini omzetnya menjanjikan. Usaha yang diolah oleh kelompok yang memiliki sepuluh anggota itu hanya bermodalkan Rp500 ribu. Sedangkan kerupuk hasil olahannya dibanderol dengan harga hanya Rp7 ribu. ”Tetapi alhamdulillah, kerupuk diminati. Sekarang omzetnya lumayan. Sedikit-dikit mulai beli peralatan produksi,” terang Eva.

Produk kerupuk tersebut merupakan hasil dari program pelatihan dari Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang 2018 lalu. Dalam pelatihan tersebut, Eva bersama rekannya dibekali resep aneka olahan berbahan dasar ikan. Tetapi kemudian difokuskan kepada pengolahan ikan lele. Ikan lele dipilih, karena ikan tersebut mudah didapat. ”Ikan lele dipilih karena suami saya supplier ikan lele. Ikan lele yang tidak masuk ukuran pasar saya manfaatkan untuk diolah menjadi bahan dasar membuat kerupuk. Saya rasa pun di Tangerang kerupuk lele masih jarang,” tambah Eva.

Merasa diminati di pasaran, kini, Eva bersama anggota lainnya mulai berinovasi membuat produk olahan lain yang berbahan dasar ikan lele yakni, abon lele. ”Alhamdulillah pada 23-24 April kami dapat pelatihan lagi. Semoga lancar dan diminati,” tutupnya. (*)