Ibu, The Best Woman Ever Loh!

0
907 views
Zetizen

SELAMAT Hari Ibu Nasional! Hayo, masih ingat nggak kalau setiap 22 Desember adalah hari spesial yang dipersembahkan buat ibu kita? Yep! Nggak hanya sayang banget sama kamu, seorang ibu itu bagaikan superhero yang siap menjadi apa pun demi anak-anaknya. Itulah yang bikin seorang ibu pasti punya arti lebih dari sekadar orang tua di mata anak-anaknya. Misalnya, kayak apa? Yuk, simak berikut ini!

No Heroes Greater than My Mom
Mama: ’’Dek, pulang les kok masih belajar?’’
Zet: ’’Iya nih, Ma. Tugasnya dikumpulin besok.’’
Mama: ’’Sini deh. Mama bantu dikit.’’
Zet: ’’Oh iya, Ma. Aku juga belum sempat makan tadi.’’
Mama: ’’Tenang, Mama udah siapin makan kok. Beresin tugasnya dulu ya.’’

Tim Zetizen yakin banget bahwa kita semua pasti pernah mengalami kejadian yang mirip kayak di atas. Coba deh ingat-ingat. Saat kamu punya banyak masalah yang tampaknya mustahil dikerjakan, entah bagaimana caranya, masalah itu tahu-tahu bisa terselesaikan begitu aja berkat bantuan ibumu. Apalagi, ibumu tetap bisa mengerjakan kegiatannya sehari-hari meski sambil membantumu. Well, kayaknya nggak ada kata yang lebih cocok buat menggambarkan seorang ibu selain superhero ya.

Kamu yang punya ibu macam begitu nggak usah gampang ngambek saat ibumu kadang terlalu protektif atau sering khawatir sama kamu. Sebab, di balik teguran dan marah yang keluar, ibumu cuma mau anaknya selalu merasakan hal yang terbaik. Toh, kalau kamu nurut, yang untung kamu juga kan? Nah, hal kayak gitulah yang dirasakan Melia Rosa Mareta asal SMA GIKI 3 Surabaya berikut ini.

My Mom, My First Best Friend
Mama: ’’Kok malam minggu di rumah aja? Temenin Mama belanja yuk sekalian Mama traktir nonton film.’’
Zet: ’’Hayuuuk, Ma! Aku sekalian mau nyalon sambil cerita-cerita dong.’’
Mama: ’’Ciee, pasti soal pacarmu itu ya! Kenapa lagi dia? Ya udah, yuk berangkat!’’

Trendi, aktif, senang bergaul, simpel, dan surprising. Tipe ibu yang kayak gitu, rasanya, udah kayak paket komplet jadi satu deh. Mau minta dimanja bisa, mau curhat bisa, mau bercanda nggak masalah. Tapi, kalau bikin salah, kamu tetap kena tegur dan nasihat kayak anak lainnya. Hehehe…

Pembawaan ibu yang easygoing bikin kamu nyaman curhat, bahkan tentang urusan perasaan yang sering kali rasanya awkward diceritain. Ibumu bakal menjadi pendengar yang baik plus bantu kamu mencari solusi. Yang lebih seru lagi, semangat ibumu buat keep up sama kegiatanmu bikin beliau juga menjadi partner hang out yang superseru. Makanya, kamu juga harus sabar kalau mamamu suka kepo dan ikut ngegosip bareng teman-temanmu di medsos. Misalnya, yang dirasain Febiana Tri Hartina dari ESQ International Business School Jakarta ini nih.

My Idol and My Biggest Rival
Zet: ’’Ma, Minggu nanti aku mau tampil konser piano loh.’’
Mama: ’’Loh, itu kan Mama yang menjadi final guest star-nya, Dek. Nanti mama juga main piano klasik 2 jam.’’
Zeti: *dalam hati* yah kalah lagi sama Mama.

Nggak bisa dimungkiri, punya ibu yang overachieving sering bikin kita serbasalah sendiri. Apalagi kalau ternyata hal yang ibu dan kita sukai itu sama. Wah, rasanya udah kepingin ngalahin dan lebih jago daripada beliau aja kan pastinya. Apalagi kalau ibumu terang-terangan mengajakmu bersaing. Wuihh pasti makin semangat deh.

Nah, kamu yang punya ibu kayak gitu nggak usah minder. Sebab, sebenarnya kamu beruntung loh. Bisa punya seorang ibu yang expert pasti bikin langkahmu mencapai sesuatu lebih mudah. Nggak usah ragu buat sharing atau belajar bareng ibumu. Percaya deh, seorang murid itu pasti bisa melebihi gurunya. Begitu juga kamu. Nggak salah kalau Agusriansyah Saputra asal SMAN 22 Palembang menjadikan sifat ibunya yang kritis sebagai motivasi buat terus berkembang lebih baik.

Ibu Macam Apa Ya?

Yuhuu Guys, this is a special days to our beloved woman that calls mom, mother or whatever? Yupz orang yang dimaksud adalah ibu, mama, bunda, mami, mamita, emak. Apapun itu deh sebutan kalian untuk memanggil orang yang sudah melahirkan dan merawat kalian, pastinya beliau adalah orang yang bisa dikatakan pahlawan.

Yupz, seperti halnya pahlawan, so pasti patut dirayakan. Hari ini adalah momen yang tepat, 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Memang sih, menyayangi ibu bisa dilakukan setiap hari, tapi kudu ada satu hari spesial dan diisi hal-hal spesial.

Membahas ibu nih, pasti semua tahu ibu sosok paling spesial dong. Kudu dihormati kalau nggak mau nasibnya serupa dengan Malin Kundang atau Dampu Awang. Ya, meskipun kebetulan dapat ibu yang cerewet, banyak mengatur, dan suka kepo juga overprotective. Dont worry Sob, mungkin itu bentuk atau ekspresi ibu menyayangimu. Katanya sih, nggak akan ada seorang ibu pun yang tega menyakiti anaknya.

Nah, kalau yang beruntung sih, mendapatkan ibu yang bisa menjadi seorang sahabat, karena ibu dapat menjadi pendengar yang baik, yang begitu sabar mendengarkan keluh kesah anak dan paham betul tentang anaknya. Tapi kan kita nggak bisa memilih dapat ibu macam apa.

Sebagai anak, kita kadang menilai limpahan kasih sayang ibu dengan sudut pandang berbeda-beda. Nggak heran, setiap kita memiliki kriteria tipe ibu idaman yang berbeda juga. Secara, setiap ibu menuangkan kasih sayang dengan cara berbeda-beda. Misalnya nih, ada tipe ibu penyabar, tipe yang selalu khawatir, demen shopping, fashionable, pemuji, suka masak, suka membanggakan anaknya, suka nyinyir, suka pakai duit anaknya, atau sinis. Eh, yang beberapa kriteria terakhir ala-ala sinetron deh. Bukan lagi, hehe.

Seperti yang diakui Virasul Husna, siswi MAN 2 Kota Serang. Doi bilang, lebih menyukai tipe ibu yang dapat menjadi sahabat. “Karena bisa diajak curhat, seperti halnya ibu saya. Dalam hal apapun, saya biasanya curhat ke ibu. Tapi kalau masalah hati belum pernah, soalnya masih malu-malu,” tutur doi.

“Ibu memang bisa menjadi sahabat dan orangtua yang cerdas, cermat, dan dapat mengerti karakter anak. Ada ibu yang rival juga, tetapi ibu juga harus tahu sikon ketika saat anaknya butuh. Ibu dapat memberikan nasihat ketika anak melebihi batas dan ibu dapat mem-back up anaknya. Kalau saya pribadi biasanya di Hari Ibu cuma bisa mengucapkan saja, mudah-mudahan itu sudah membuat ibu senang,” curhat Vira.

Begitu juga dengan Rahmat. Siswa SMKN 2 Rangkasbitung ini mengaku, lebih menyukai ibu tipe bersahabat dan tipe ibu yang khawatir. “Mempunyai ibu yang khawatir pastinya kita akan merasa dipedulikan. Meski kadang sebagai anak kita merasa malu, sudah besar pas main sama teman tiba-tiba di telepon dicari ibu. Tapi saya malah bangga mempunyai ibu seperti itu. Pastinya, ibu yang bersahabat, karena kita nggak malu-malu tuh buat curhat atau mengeluarkan unek-unek. Di Hari Ibu ini, pasti spesial buat mengucapan selamat Hari Ibu, tetapi jangan di Hari Ibu saja deh yang buat spesial, setiap hari juga harus buat spesial untuk ibu, karena ibu pahlawan bagi setiap anak,” ungkapnya.

Sob, tipe apapun ibu yang kita miliki, tetaplah ia menjadi seseorang yang luar biasa. Karena, seberapa sering kita menyakiti dan mengecewakan hati ibu, ia tidak akan pernah meninggalkan kita dan akan selalu memaafkan. Karena ibu adalah sosok yang begitu sayang kepada anaknya. Jadi, jangan ragu-ragu untuk berterima kasih dan selalu menghormatinya bagaimanapun beliau. TIdak ada yang lebih baik dan lebih patut dicintai kecuali ibu. Salam hangat untuk para ibu. Selamat Hari Ibu. (dila-zetizen/fri/zee)