Icip-icip Calon SPG, Eh Berbuntut Sial

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Bermula Iseng

Hidup Doel (32), nama samaran, terasa menyenangkan. Sebagai seorang manajer HRD di sebuah perusahaan outsourcing, ia diberi wewenang untuk menyeleksi para pegawai baru. Kebetulan, perusahaan tempat dia bekerja adalah penyalur tenaga Sales Promotion Girl (SPG). Dengan begitu, orang yang diseleksi Doel adalah para perempuan cantik, seksi, kece, juga pintar bergaul.

Sejumlah perusahaan rekanan telah lama mempercayai Doel dalam mencari wanita-wanita tersebut. Sebab menurut mereka, semua SPG hasil rekrutan Doel selalu berhasil menyelesaikan target promosi mereka. “Semua puas dengan hasil kerja saya. Para SPG yang kami salurkan berhasil memuaskan,” ujarnya.

Hanya saja, keberhasilan Doel membuat rumah tangganya acak-acakan. Ini setelah Indah (28), nama samaran istri Doel, mengetahui tentang metode seleksi yang dipraktikkan Doel sejak lama. “Ada yang membocorkan metode saya. Akhirnya saya digugat cerai,” jelasnya.

Lah, memang metodenya gimana gitu? Doel mengaku mencicipi para calon SPG sebelum disalurkan ke perusahaan-perusahaan rekanannya. Menurut Doel, mereka harus mau digauli jika ingin disalurkan melalui perusahaannya itu. “Banyak yang mau kok, bahkan kalau yang terbiasa langsung hapal. Langsung ajak saya ke kamar hotel biar bisa dapat kerjaan itu,” ujarnya.

Waduh waduh, SPG apa nih om? Jadi penasaran. Doel enggan membeberkan perusahaan mana saja yang menjadi rekanannya itu. Namun menurut Doel, sebagian besar berada di Tangerang dan Jakarta. “Saya rekrut untuk ditempatkan di kota besar. Sebab pangsa pasarnya menjanjikan, SPG efektif diberdayakan di sana,” tuturnya.

Lalu apa yang mendorong Doel memanfaatkan jabatannya itu? Menurut Doel, awalnya dia tidak pernah meminta hal-hal aneh kepada para calon SPG. Ia menyeleksi para perempuan cantik itu secara normatif. Namun entah bagaimana, sejumlah calon SPG kerap menggoda Doel agar bisa lolos seleksi. Sejak dari situlah Doel mulai nakal dengan para wanita tersebut.

“Tadinya saya biasa saja, pasang muka wibawa biar kelihatan manajernya. Tapi lama-kelamaan, perempuan-perempuan itu minta jalur singkat. Dia bilang ingin langsung diterima kerja, imbalannya saya diservis dia,” jelasnya.

Beuh, ckckckck. Doel saat itu belum terbiasa, timbul rasa bersalah kepada Indah ketika ia menerima tawaran para wanita itu. Ia pun ketakutan jika salah satu karyawannya membocorkan perselingkuhan itu kepada istrinya. “Duh, pertama kali saya begitu, deg-degan. Takut ketahuan istri kan, bisa-bisa dipecat saya jadi suami,” ujarnya.

Sayangnya, lama-kelamaan Doel jadi ketagihan. Terlebih ada klausul baru dari sejumlah perusahaan rekanan, berisi permintaan untuk menyalurkan SPG yang bisa diajak kencan oleh pelanggan. “Perusahaan enggak mau SPG konvensional. Mereka minta SPG yang fleksibel, yang mau diajak kencan pelanggan kelas kakap,” tuturnya.

Lantaran itulah, Doel menambah aturan pada seleksi. Yakni harus mau ia gauli di akhir seleksi. “Jadi, orang yang saya salurkan harus cantik, seksi, supel, juga mau saya gauli. Enggak susah kok, mereka sebagian besar paham,” akunya.

Makanya, hidup Doel terasa indah selama bekerja di perusahaan itu. Ia diwajibkan mencicipi para wanita cantik, sudah begitu digaji. Hanya saja pekerjaannya telah melukai hati Indah. Sang istri tidak terima jika Doel dalam bekerja harus meniduri para pelamar.

2. Ada yang Sakit Hati

Bermula dari kabar burung dari teman, Indah mendengar jika Doel sering tidur dengan calon-calon SPG. Sepertinya ada salah satu SPG yang curhat telah digauli Doel namun sakit hati karena tidak diloloskan bekerja.

“Tidak semua calon yang saya tiduri lulus. Kalau ternyata badan dia bau, jarang pakai obat ketiak, tidak akan saya luluskan. Sepertinya ada satu atau dua orang yang sakit hati, lalu ngomong sama orang-orang tentang saya,” jelas Doel.

Indah sempat beberapa kali menanyakan pola kerja Doel. Tentu saja sang suami terus berkelit, mengaku tidak pernah meniduri para calon SPG. Namun Indah tidak langsung percaya, dia mulai menyelidiki tentang cara suaminya bekerja.

Akhirnya pada April 2012, Doel kepergok Indah tengah berpelukan dengan salah satu calon SPG di ruang kerjanya. Indah terpukul melihat kelakuan bejat suaminya.

Ia marah besar dan tidak ingin melihat suaminya lagi. Doel juga diusir dari rumah Indah, semua barang miliknya dilempar ke luar oleh Indah. “Saya malu bukan kepalang. Apalagi kami masih tinggal di rumah mertua, orangtuanya Indah,” tuturnya.

Awalnya Doel mencoba ingin mempertahankan rumah tangganya. Namun Indah tidak mau berdamai, ia telah menegaskan ingin bercerai. “Indah daftarkan saya sebagai tergugat, ia menggugat cerai saya karena selingkuh,” jelasnya.

Kini, Doel tinggal sendiri dan mengontrak di sebuah kamar kost di Serang. Ia telah lama meninggalkan pekerjaannya itu. “Setelah saya cerai, hidup saya berantakan. Pernah beberapa kali pacaran dengan SPG-SPG, tapi ujungnya enggak pernah jelas. Makanya saya jauhi dunia kerja saya, sekarang saya kerja di perusahaan biasa,” akunya. (RB/quy/zee)