ICMI Banten: Tolong Bantu Guru Ngaji di Kampung

0
6.941 views
Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Utama Serang Didin Haryono (kanan) dan Sekjen ICMI Banten Rohman memberikan keterangan kepada pers usai menyerahkan bantuan kepada guru ngaji,, Jumat (24/4).



SERANG – Sekjen Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Banten Rohman mengimbau kepada kelompok masyarakat, lembaga sosial, dan perusahaan untuk memerhatikan dan memberikan bantuan kepada para guru ngaji di kampung-kampung yang secara ekonomi juga terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Apalagi guru ngaji yang tidak punya pendapatan tetap. Mereka juga sama membutuhkan bantuan di saat kondisi seperti ini,” ungkap Rohman usai menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada 200 guru ngaji di kantor BPJAMSOSTEK Cabang Utama Serang, Jumat (24/4).

Karena itu, lanjut dia, pengurus ICMI Orwil Banten berkoordinasi dengan pengurus ICMI kabupaten dan kota di Banten untuk menghimpun informasi mengenai guru mengaji di Banten yang terdampak Covid-19 untuk diberikan bantuan. Pihaknya kemudian bersinergi dengan pihak yang memiliki donasi untuk mengolasikan bantuan.

Pada kesempatan itu, Rohman mengucapkan terima kasih kepada BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Utama Serang yang telah peduli dengan mengalokasikan bantuan untuk guru ngaji di kampung.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Utama Serang Didin Haryono menjelaskan, bantuan yang diberikan kepada 200 guru ngaji di Banten merupakan bagian dari program santunan nasional. Ada 1.500 paket sembako yang diberikan kepada duafa, fakir dan miskin serta masyarakat pekerja yang perekonominya rentan terdampak Covid-19. Daerah penyaluran yaitu di 11 titik kantor wilayah di Indonesia dan kantior pusat. Untuk wilayah Banten berlokasi di Kantor Cabang Utama Serang.

“Kami menjadikan guru mengaji sebagai sasaran dari pemberian santunan ini. Mereka yang telah berbuat banyak untuk pendidikan agama di masyarakat ini jangan sampai luput dari perhatian. Dalam kondisi seperti ini mereka perlu mendapatkan bantuan,” ungkap Didin.

Karena itulah pihaknya melibatkan pengurus ICMI Banten untuk mencari data dan menyalurkan bantuan secara langsung kepada guru ngaji. “Selain sembako, selama tiga bulan para guru ngaji kami masukkan ke dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan yaitu jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Mereka kami bantu iurannya,” ungkap Didin.

Didin menjelaskan, pemberian santunan ini merupakan bentuk penerapan nilai kepedulian insan muslim BPJAMSOSTEK di Indonesia melalui zakat setiap bulan yang disalurkan kepada Yayasan Almaghfiroh bekerja sama dengan Rumah Zakat. Yayasan Almaghfiroh sendiri merupakan yayasan yang didirikan dan dikelola oleh para pegawai.

“Total dana untuk kegiatan ini sebesar Rp600 juta berasal dari zakat pegawai BPJAMSOSTEK pada bulan Februari dan Maret 2020,” ungkap Didin.

Dia berharap bantuan yang diberikan bermanfaat dan wabah virus corona segera berakhir. (aas)