Ketua ICMI Kota Serang Agus S Munandar

SERANG – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Serang mengusulkan agar kemampuan mengaji dijadikan syarat ujian lulus sekolah dasar (SD) dan masuk ke SMP.

Usulan ini tidak lepas dari temuan ICMI terhadap 60 persen pelajar di Kota Serang yang tidak bisa mengaji. “Empat tahun lalu kita temukan, 60 persen pelajar kita tidak bisa mengaji,” kata Ketua ICMI Kota Serang Agus S Munandar di sela-sela pelantikan ICMI Kota Serang, di aula Setda Kota Serang, Senin (26/3).

Temuan itu, kata Agus, diperkuat hasil survei dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten pada 2016 yang menyebut angka butu huruf Alquran pada pelajar sebesar 70 persen. “Temuan LPTQ malah lebih besar dari temuan kita,” katanya.

Kata Agus, atas dasar itu dipandang perlu memasukan kurikulum tambahan mengaji ke dalam sekolah-sekolah di Kota Serang. Misanya, kemampuan mengaji pelajar menjadi syarat kelulusan SD dan syarat masuk ke dalam SMP. “Setidaknya itu menjadi motivasi bagi orangtua,” katanya.

Program magrib mengaji, lanjut Agus, juga harus digalakkan. Untuk itu, guru-guru mengaji di kampung harus lebih dioptimalkan. “Syukur-syukur ada insentif dari pemerintah,” kata Agus.

Pada kesempatan yang sama, Ketua ICMI Provinsi Banten Prof Dr Lili Romli mengatakan, program ICMI harus bisa memberi manfaaat bagi umat. Yang tidak kalah penting, seluruh aktivitas ICMI tidak lepas dari spirit keislaman. (Ken Supriyono)