Idap Gangguan Jiwa, Nasuhi Suka Naik Turun Sumur Timba

0
643 views
Nasuhi saat berada di rumahnya.

SERANG – Mengidap gangguan jiwa, Nasuhi (21), warga Kampung Cikopcah, Desa Jeruk Tipis, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang punya kebiasaan naik turun sumur timba di belakang rumahnya.

Anak dari pasangan Sarnimah (57) dan Haerudin (57) ini, mengalami gangguan jiwa sejak 2010 silam. Saat Nasuhi masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). “Dia (Nasuhi) naik turun ke sumur. Bilangnya mau ngambil KTP. Tapi enggak ketemu. Di dalam sumur banyak barang-barang juga,” ucap Sarnimah saat ditemui Radar Banten Online, Kamis (1/2).

Sumur berkedalaman tujuh meter ini, oleh Nasuhi diakalinya agar tetap bisa masuk ke dalam sumur. “Ini mah kebiasaan dia aja. Ke bawah sumurnya pake tangga. Di dalamĀ  sumur juga ada airnya, tapi dia bisa berenang. Ini mah bukan bunuh diri,” ungkapnya.

Selain kebiasaan masuk ke dalam sumur, kerap kali, anak bungsu dari dua bersaudara ini bertindak kasar dan membanting benda seisi rumah. Akhirnya oleh Sarnimah, tangan Nasuhi diikat karena sering membuat bahaya.

Kata Sarnimah, awal mula Nasuhi mengalami gangguan jiwa ketika masih SMP sambil menjalani pesantren. Karena tak kuat menanggung beban pelajaran sekolah dan pesantren, Nasuhi mengalami gangguan mental.

“Itu setahun. Dia ngomong sakit-sakitan terus. Pas udah lulus SMP berhenti setahun (gangguan mental). Masuk lagi SMK. Kemudian mau kelas 3 SMK (2014) kambuh lagi sampai sekarang,” tuturnya.

Senada dikatakan suami Sarnimah, Haerudin menjelaskan anaknya memang mengalami gangguan mental atau kejiwaan. Kebiasaan anaknya ini, membuat Haerudin kewalahan. “Apalagi pas warung kebobolan maling. Anak dibawa berobat terus ke dokter, kiyai, kemana-mana udah. Uang abis buat berobat semua,” katanya.

Dikatakannya, Nasuhi selalu diberi suntikan oleh dokter setiap seminggu sekali. “Hari Rabu besok juga disuruh disuntik lagi. Penginnya mah sembuh lah anak saya ini,” harapnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)