Identitas Mayat di Sungai Cibanten Terungkap

Polisi dan warga saat mengerumuni mayat tanpa identitas di pinggir Sungai Cibanten, Jumat (12/7).

SERANG – Identitas mayat laki-laki yang mengambang di Sungai Cibanten, Lingkungan Masjid Kuno Kaujon, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Jumat (12/7) terungkap. Korban bernama Ulyani, warga Sempu Banten Girang, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang.

“Iya betul identitasnya sudah terungkap. Korban bernama Ulyani, warga Sempu Banten Girang,” ujar Kapolsek Serang Komisaris Polisi (Kompol) Irwanda kepada Radar Banten, Selasa (16/7).

Mayat Ulyani pertama kali ditemukan dua orang pemancing sekira pukul 15.00 WIB. Korban ditemukan tersangkut di batu aliran sungai. Organ tubuh korban yang berusia 34 tahun itu masih lengkap.

Dua pemancing tersebut melaporkannya kepada warga sekitar.

Polisi yang menerima informasi dari warga mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi jasad korban ke pinggir sungai. Saat pemeriksaan, polisi tidak mendapati identitas pria yang mengenakan kaus warna hitam dan celana pendek loreng tersebut. 

Untuk mengungkap identitasnya, polisi sempat memeriksa sidik jari korban dengan menggunakan alat mobile automatic multi biometric identification system atau MAMBIS. Namun, sidik jari korban tidak terbaca.

Kanitreskrim Polsek Serang Inspektur Polisi Dua (Ipda) Juwandi mengaku, perkara tersebut telah diambil alih Satreskrim Polres Serang Kota. “Perkaranya ditangani polres,” kata mantan kepala Unit UPPA Satreskrim Polres Serang tersebut.

Sumber Radar Banten di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RS dr Dradjat Prawiranegara Serang mengatakan, korban dapat diidentifikasi tak lama setelah penemuan mayat. Atas persetujuan pihak keluarga, jasad korban telah dilakukan autopsi. Usai diautopsi, jasad korban diserahkan petugas kepada keluarganya untuk dikebumikan.

“Diautopsi, tinggal nunggu hasil lab. Untuk lebih jelasnya konfirmasi dokter Budi (kepala IKFM RSUD-red),” ucapnya.

Terpisah, Kepala IKFM RSUD dr Dradjat Prawiranegara Budi Suhendar  mengaku, belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Tim forensik masih melakukan pemeriksaan lanjutan. “Apakah karena tenggelam atau sebelumnya telah meninggal kemudian baru dimasukkan ke air, itu yang saat ini kita pertajam,” kata Budi.

Budi mengaku, pada wajah korban ditemukan luka memar. Sementara luka akibat benda tajam belum ditemukan. “Untuk luka akibat senjata tajam belum kami temukan,” kata Budi.

Sementara Kasatreskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ivan Adhitira belum dapat dikonfirmasi. Panggilan dan pesan singkat yang dikirim Radar Banten tidak direspons. (Fahmi Sa’i/RBG)