CILEGON – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cilegon menilai kesadaran dan pengetahuan masyarakat Kota Cilegon mengenai kesehatan masih rendah. Lantaran itu IDI meminta agar Pemkot Cilegon meningkatkan peruntukan anggaran dibidang kesehatan.

Ketua IDI Cabang Kota Cilegon, dr. Lendi Delianto Mars, mengaku pernah menyampaikan usulannya itu kepada Pemkot Cilegon saat Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah (Rakorkesda) bersama pemerintah.
Kata dia, pertambahan anggaran itu sangat penting untuk memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat agar mengetahui betapa pentingnya menjaga kesehatan.

“Usulan kami seperti anggaran kesehatan disetiap kelurahan minta ditingkatkan, melalui Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan. Prilaku hidup sehat masyarakat perlu ditingkatkan seperti pemahaman pola imunisasi yang harus dilakukan sejak dini,” katanya saat menghadiri Seminar Deteksi Dini Kanker Serviks, IMS-HIV/AIDS di Aula DPRD Kota Cilegon, Selasa (11/4).

Sementara itu, Ketua GOW Kota Cilegon, Ida Fakih Usman mengakui masih banyaknya warga Kota Cilegon yang minim pengetahuan akan kesehatan.

“Selama ini masyarakat hanya mendengar kanker serviks adalah penyakit yang mematikan tetapi tidak pernah tahu apa itu kanker serviks dan bagaimana cara untuk mencegah terjangkitnya penyakit itu,” ujarnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)