Idul Fitri dengan Perubahan Baru, dan New Economy UMKM

0
8.366 views


Oleh : Dr. Muljadi, MM

Direktur Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) Banten, Dosen Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Tangerang

Hari Idul Fitri 1 syawal 1441 H, adalah hari yang sangat di nantikan oleh para kaum muslimin, hari kemenangan, dan rasa syukur kepada Allah SWT karena selama satu bulan menjalankan iabadah Ramadhan. Memaknai Idul Fitri memiliki arti dengan dua kata “id” dan “al-fitri”. Id secara bahasa berasal dari kata aada – ya’uudu, yang artinya kembali, sedangkan kata fitri memiliki dua makna bisa :berbuka puasa” dan “suci”. Suci di sisi diartikan bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan dan keburukan. Maka Idul Fitri dapat di maknai sebagai hari raya kemenangan bagi umat Islam, dan kembali umat menjadi suci atau terbebas dari segala dosa. Tetapi Idul Fitri tahun ini sangat berbeda, karena Indoensia sedang mengalami wabah pandemi covid 19 (Coronavirus) yang di temukan pada desember 2019, maka di sebut COVID 19. Covid 19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal, wabah ini bermula di Wuhan Tiongkok bulan desember 2019. Gejala Covid 19 yang paling umum adalah demam, rasa Lelah dan batuk kering, dan akan mengalami nyeri dan sakit pada tenggorokan. Data terakhir di Indonesia sudah menjankiti sekitar 20 ribuan masyarakat Indonesia. Bagaimana dampak covi 19 ini bagi pelaku bisnis usaha kecil khusus nya di Banten?

Dampak dari Covid 19 khususnya untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Provinsi Banten, sudah semakin jelas, para UMKM sudah mulai banyak yang tutup, ada yang berhenti, ada yang terus bertahan sekuat mungkin untuk dapat memutar roda ekonominya. Sejak April 2020 ada 190 UMKM yang mulai berhenti beraktifitas laporan Dinkop UKM Banten, di kota Tangerang data yang di sampaikan Dinas Perindustrian, perdagangan, koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Desperindagkopukm) terdata sejak April sekitar 500 s.d. 600 UMKM yang bisnis nya terancam gulung tikar. Di Kota Serang Disperindagkop Serang telah mendata seluruh pelaku usaha UMKM dar 14.238 UMKM yang ada 70% nya atau sebanyak 10.238 pelaku UMKM tidak bis bertahan sekitar 30% atau 4.000 UMKM yang dapat bertahan, belum kota dan kabupaten yang lain di Provinsi Banten. Data ini memperlihatkan kepada kita bahwa perlu ada penanganan secara serius apabila roda ekonomi UMKM di Banten berputar seperti sedia kala.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2019 mencapai Rp. 15.833, 9 triliun, dan ekonomi Indonesia tumbuh 5,02 %, data dari BAPPENAS dan Kementerian Koperasi & UKM bahwa 60,34 % kontribusi UMKM terhadap PDB, 97,02% UMKM dapat menyerap tenaga kerja di Indonesia. Dapat di bayangkan apabila UMKM roda ekonomi berhenti, maka yang terjadi Ekonomi Indonesia akan berhenti. Terjadinya pandemi covid 19 di Indonesia mengakibatkan beberapa masalah yang akan timbul :

  1. Pandemi covid 19 akan mengakibatkan perlambatan ekonomi nasional khususnya sektor UMKM, dan ini akan berdampak pelaku UMKM yang menghentikan usahanya, dan yang terjadi ada lonjakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan hampir di semua daerah termasuk di Provinsi Banten, yang mengalami penurunan ekonomi.
  2. Survai yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) tentang Wabah Covid-19 (April,2020) menunjukkan 67% rakyat Indonesia menyatakan kondisi perekonomian semakin memburuk sejak pandemi Covid-19, responden yang menyatakan tidak ada perubahan sebanyak 24% dan yang menyatakan lebih baik hanya 5%. Kalangan yang paling terkena dampak adalah mereka yang bekerja di sektor informal, kerah biru, dan kelompok yang mengandalkan pendapatan harian.
  3. Belum dapat diprediksi kapan pandemi covid 19 berakhir, WHO menyatakan vaksin corona akan dapat di ujicobakan pada tahun 2021, artinya sejak wabah ini masuk Indonesia sekitar maret, apa mungkin pelaku usaha khususnya UMKM mampu bertahan dengan waktu yang Panjang ini.

Pengaruh penurunan Ekonomi terhadap UMKM di Banten

UMKM merupakan kegiatan bisnis bagi usaha kecil dan mikro, yang berdasarkan undang- undang nomor 20 tahun 2008 UKM adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha kecil dan Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. UMKM dibagi menjadi 3, bedasarkan kemampuan ekonominya.

  1. Usaha mikro: Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,00 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,00
  2. Usaha kecil : Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 – Rp. 500.000.000,00 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,00 – Rp. 2,5 Milyar.
  3. Usaha menengah : Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 – Rp. 10 Milyar tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 2,5 milyar – Rp. 50 Milyar.
  4. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 memberikan definisi UMKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja. Usaha mikro mempunyai 1-5 pekerja, usaha kecil mempunyai 5-19 orang, usaha menengah 20-29 orang, usaha besar lebih dari 100 orang. UMKM Banten sendiri sudah memiliki website yang mendatakan UMKM yang ada di Banten. Terdaftar ada 1427 UMKM. Dari 1427 UMKM ini 60% UMKM berbasis makanan, 10% UMKM berbasis fashion, 15% UMKM produk kriya, 10% UMKM jas tambal ban, 5% UMKM perternakan.

Dari data tersebut, UMKM di Banten mengalami penurunan drastis dari pengaruh pandemi Covid 19, masyarakat banyak tinggal di rumah (Stay at Home) terlihat belum siap para pelaku UMKM ketika menghadapi pandemi ini. Tetapi beberapa UMKM yang masih bertahan mulai melakukan dengan transaksi menggunakan sosial media, baik lewat Face book (FB), WhatsApp (WA), telegram, Instagram, dan media sosial lainnya, untuk mempertahankan perputaran roda ekonomi UMKM. Group -group WA mulai di gunakan oleh para pelaku UMKM menawarkan produknya kepada jaringan komunitas atau jaringan keluarga dan teman temannya untuk saling bertransaksi. Beberapa kreatifitas dari pelaku UMKM mulai terlihat, dengan sangat terpaksa media online sangat dibutuhkan untuk dapat bertrasaksi dengan konsumen atau pelanggan. Pendekatan pemasaran dengan digitalisasi merupakan keharusahan bagi pelaku UMKM ketika masa pandemic Covid 19 belum berakhir, tidak ada pilhan lain, karena pelanggan berada di rumah, maka inovasi digitalisai dengan menggunakan media sosial amat dibutuhkan agar terhadi transaksi antara penjual dan pembeli.

McKinsey mencatat inovasi teratas yang memberi dampak ekonomi paling signifikan, termasuk internet ponsel, automasi pekerjaan pengetahuan, internet berbagai hal, teknologi cloud, robotis canggih merupakan teknologi yang membantu mengembangkan sektor-sektor ekonomi seperti kegiatan transaksi menggunakan e banking, dan sejenisnya. Awalnya sebelum pandemic Covid 19 merajalela, konsep ekonomi digital sudah masuk dalam dunia bisnis, tetapi sangat jarang pelaku UMKM menjalankannya, mungkin masih berpikir belum dibutuhkan. Tetapi semua nya berubah total ketika masa -masa pandemi covid 19 mulai masuk. Pelaku UMKM terhenyak, kaget, dan banyak yang gulung tikar, hanya yang siap saja sekitar 30% pelaku UMKM bertahan, karena pelaku ini sudah mulai melakukan konsep digitalisasi ekonomi.

Banten Menolong UKM

Selum jelasnya kapan pandemi Covid 19 ini berakhir, akan menjadi masalah bagi pelaku UMKM. Perlu strategi agar UMKM Banten tetap bertahan, salah satu hal yang menarik adalah hampir semua masyarakat banyak menggunakan media sosial khususnya WA dan FB. Peluaang inilah yang memunculkan konsep Banten menolong, gagasan ini muncul karena pandemi covid 19 yang sangat berdampak bagi pelaku UMKM. Gerakan Banten menolong UMKM yang sudah terbentuk di FB dengan jumlah mendekati 500 pelaku UMKM dalam waktu satu minggu lebih sudah terlihat transaksi antar pelaku bisnis dengan menggunakan FB dan WA, saling memberi informasi tentang produk yang di tawarkan. Group FB Banten menolong UKM ini memberikan kesempatan untuk menggunakan media sosial untuk menggerakkan kembali bisnis UMKM. Kemudian misi yang lain adalah menyatukan bisnis UMKM banten dengan membangun ekosistem UMKM sehingga bisnis lebih efektif, efisien dan berkelanjutan. Strategi apa saja yang harus di lakukan, menurut Dwi Kuswantoro (2020) pengagas jogja tetulung menyatakan bahwa, strategi nyang harus dilakukan agar gerakan ini bisa berjalan yaitu :

  1. Inklusive; bergerak dan digerakkan oleh multi pihak, bersifat terbuka dengan menggunakan multiplatform media sosial (medsos)
  2. Solidaritas; mengajak semua komponen masyarakat untuk bersolidaritas dan peduli : bela dan beli produk UMKM
  3. Gotong Royong; dengan apa yang dimiliki, apa yang kita bisa, bersama-sama bahu membahu menyelesaikan masalah yang dihadapi UMKM
  4. Bergerak dari bawah, inisiatif gerakan adalah dari bawah dengan level terkecil kelompok masyarakat, Rukun Tetangga (RT), organisasi sosial kemasyarakatan, dan terus meluas hingga tingkat daerah dan nasional. Inisiatif juga bisa dilakukan oleh organisasi bisnis seperti : Koperasi, BMT, Lembaga Keuangan Mikro (LKM), organisasi penggerak UMKM dan lain-lain.

Gerakan Banten menolong UKM akan berjalan, ketika pemerintah Provinsi juga dapat memberikan respon yang cepat dan segera mefasilitasi agar gerakan ini trus berlanjut dan berkesinambungan. Waktunya Gubernur dan wakil Gubernur Banten turut hadir di tengah pandemi covid 19 menolong dan menggerakkan agar UMKM di Banten bangkit dan berjalan kembali.

New Economy UMKM

Masa pandemi Covid 19 bagi pelaku UMKM akan memunculkan sebuah kegiatan ekonomi yang berbeda, ekonomi digitalisasi yang berbasis komunitas rakyat. Ekonomi digital adalah aspek ekonomi yang berbasiskan pada pemanfaatan dan pemberdayaan teknologi informasi dan komunikasi digital. Ekonomi digital lahir dan berkembang seiring penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang juga semakin mengglobal di dunia. Menurut Jusman Dalle (2016) sejarah ekonomi dunia telah melalui empat era dalam hidup manusia yaitu era masyarakat pertanian, era mesin pasca revolusi industri, era perburuan minyak, dan era kapitalisme korporasi multinasional. Empat gelombang ekonomi sebelumnya berkarakter eksklusif dan hanya bisa dijangkau oleh kelompok elite tertentu. Gelombang ekonomi digital hadir dengan topografi yang landai, inklusif, dan membentangkan ekualitas peluang. Karakteristik ini memiliki konsep kompetisi yang menjadi spirit industri yang dengan mudah terangkat oleh para pelaku startup yang mengutamakan kolaborasi dan sinergi. Karena itu pula ekonomi digital merupakan ‘sharing economy’ yang mengangkat banyak usaha kecil dan menengah untuk memasuki bisnis dunia.

Ekonomi lama harus di tinggalkan, tidak ada pilihan lain kecuali masuk pada New Economy UMKM. Dengan teknologi dan informasi, online system akan membawa pada perubahan bagi berkembangnya bisnis UMKM di Banten. Dengan digitalisasi maka Bisnis UMKM harus bergerak dan harus mampu dan berdaya menghadapi covid 19 dan pasca covid 19, dengan terbangunnya ekosistem UMKM Banten yang efektif, efesien dan berkelanjutan. Maka akan muncul sebuah New Economy bagi UMKM yang lahir dalam dunia baru, dimana pola penjarangan sosial (social distancing) dan bekerja dari rumah (work from home) akan menjadi budaya baru, dan membuat sistem ekonomi akan lebih efektif dan efisien.

UMKM yang jumlahnya mencapai 97, 02 % dari jumlah pelaku usaha harus menjadi raja di negeri sendiri dan menggantikan sistem yang lama. Ekonomi pasca Covid-19 adalah ekonomi rakyat, ekonomi UMKM melalui ekosistem UMKM Indonesia. Kita sambut Idul Fitri dengan kemenangan dengan perubahan baru, UMKM dengan konsep New Economy yang berbasis kerakyatan. semoga akan memajukan UMKM di Banten. Selamat Idul Fitri 1 syawal 1441 H, Taqoballullahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan bathin, semoga UMKM di Banten bangkit dengan perubahan baru.