Ikami Cilegon Bahas Rencana Relokasi PKL di Sekitar Masjid Agung

CILEGON – Ikatan Keluarga Minang (Ikami) Kota Cilegon menggelar rapat kerja kepengurusan Ikami periode 2017-2020. Kabar adanya relokasi pedagang kaki lima yang akan dilakukan oleh Pemkot Cilegon disekitaran wilayah Masjid Agung juga menjadi pembahasan dalam pertemuan Ikami ini.

Ketua Umum Ikami Kota Cilegon Hengki Irawan mengaku dalam rapat kerja itu ia akan membentuk kepengurusan yang membidangi tentang usaha termasuk para pedagang kali lima warga Kota Cilegon yang merupakan perantau dari minang atau Sumatera Barat.

Kepengurusan di bidang ini dalam waktu dekat akan fokus membahas kabar tentang rencana relokasi PKL tersebut dengan melakukan pendekatan kepada Pemkot Cilegon.

“Intinya pedagang kaki lima warga minang yang berada di Cilegon tidak akan menentang aturan yang telah ditetapkan di Cilegon. Cuma kita ingin berdialog atau bermusyarah dengan Pemkot Cilegon (Disperindag) untuk mencari yang terbaik untuk pedagang,” katanya, Minggu (25/2) di Aula Sanggar Seni Budaya Kota Cilegon tempat berlangsungnya rapat kerja Ikami ini.

Hengki mengungkapkan informasi yang telah didengar oleh anggota Ikami Cilegon proses relokasi tersebut akan berlangsung di bulan Maret tahun ini. Sudah tidak lama lagi. Pedagang dijanjikan untuk direlokasi ke depan SMP 1. “Ini kita masih musyawarah. Kita ikut saja dimana yang terbaik,” tuturnya.

Namun demikian ia menjelaskan Ikami Cilegon tidak dapat mencampuri kehendak paguyuban pedagang di sekitaran Masjid Agung itu. Ikami hanya dapat memberikan pembinaan dan pemahaman khususnya kepada para pedagang asal minang. “Kalau di pedagang Masjid Agung yang aktif ada sekitar 180an,” ujarnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)