Ikke Nurjanah Kembali Promosikan Dangdut ke Negeri Paman Sam

PENYANYI dangdut Ikke Nurjanah akan kembali hadir di Pittsburgh University, Amerika Serikat. Kehadirannya dalam rangka menjadi dosen tamu untuk kedua kalinya, setelah yang pertama pada enam tahun silam.

Dia bakal berbicara tentang sejarah dan perkembangan musik dangdut untuk mahasiswa jurusan Departemen Musik Etnik. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program budaya Amerika Terlena Dangdut 2016 pada 1 hingga 15 September.

Ikke Nurjanah akan mempromosikan genre musik yang membesarkan namanya tersebut di Negeri Paman Sam lewat beberapa agenda. Tiga kota yang akan disinggahi yakni Washington D.C, Philadephia, dan New York.

“Saya juga akan mengadakan bedah buku Diary Dangdut Ikke Nurjanah, di dalamnya ada juga cerita tentang perjalanan saya enam tahun lalu ke Amerika,” kata Ikke Nurjanah saat konferensi pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/8), seperti dilansir JawaPos.com.

Wanita 42 tahun itu rencananya menggelar diskusi buku Diary Dangdut Ikke Nurjanah di salah satu perpustakaan tertua dunia Library of Congress, Washington D.C. Tak hanya itu, dia juga singgah ke Smithsonian Folkway yang merupakan recording label khusus lagu etnik dan lagu rakyat penjuru dunia.

Program Amerika Terlena Dangdut 2016 diadakan berkat kerja sama dengan Sireedee Entertainment dan didukung Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Kegiatan budaya kali ini merupakan kelanjutan dari lawatan Ikke Nurjanah enam tahun silam.

Pelantun Mandi Madu ini mengaku mendapat apresiasi saat kali pertamanya mempromosikan dangdut di Amerika Serikat. “Saat di negeri sendiri masih berjuang, di negara yang jauh diapresiasi, rasanya bonus,” ujarnya

Dalam kunjungan nanti, Ikke punya ide untuk mengajak musisi jalanan mengamen membawakan lagu dangdut di Times Square, New York. Kegiatan itu dalam rangka promosi agar musik Indonesia didengar langsung orang-orang di sana.

“Dangdut berpotensi dijadikan produk dunia, bukan tidak mungkin bila dilakukan dengan cermat,” ucap Ricky Pesik, Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). (ded/jpg)