Iklim Investasi di Kabupaten Tangerang Terhambat Pungli

Kabupaten Tangerang
Dok: Radar Banten

TIGARAKSA – Satu tahapan menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) sudah dilalui Kabupaten Tangerang. Indikator keberhasilannya adalah dua pelayanan perizinan yakni one day service dan weekend service.

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar menjelaskan pelayanan one day service dilakukan untuk memangkas borosnya waktu dengan konsep mengedepankan transparansi keuangan daerah. ”Senin (7/3/2016) kemarin sudah saya paparkan ini di Kementerian Aparatur Negara. Program ini harus terarah dengan baik. Daftar tunggu perizinan kita banyak,” ujar Zaki, Selasa (8/3/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Dijelaskan dia, latar belakang terbentuknya program ini karena adanya keluhan masyarakat tentang pelayanan perizinan, tingginya permohonan izin usaha perdagangan (IUP) termasuk tanda daftar perusahaan (TDP). ”Saya tidak mau lagi dengar banyaknya pungutan liar di sana-sini. Ini jelas menganggu iklim investasi kita. Bayangkan investasi Kabupaten Tangerang sudah mencapai Rp5 triliun,” kata Zaki kepada Harian Radar Banten.

Weekend service sendiri adalah penyelenggaraan pelayanan perizinan yang dilaksanakan setiap Sabtu. Sementara one day service adalah perizinan satu hari selesai. ”Ini akan memangkas waktu pelayanan SIUP TDP Non PMA dari tiga hari menjadi sehari,” papar Zaki.

Dikatakan Zaki, alasan pemangkasan tersebut akibat dua tahun sebelumnya TDP lebih besar. Ini diakibatkan para pengusaha kecil UMKM mulai mengurus administrasi. ”Jangan sampai UMKM di kecamatan-kecamatan runtuh begitu saja,” terang Zaki.

Terpisah, Kepala BPMPTSP (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Akip Syamsudin mengatakan Kabupaten Tangerang sendiri menduduki peringkat 34 dari 99 kota/kabupaten se-Indonesia dalam hal inovasi layanan publik. ”Masih banyak yang harus disempurnakan. Karena ada masih ada kelemahannya. Kami harus dituntut berinovasi,” kata dia. (RB/mg-20/ful)