Ikon Titik Nol Ambruk

0
514
Ikon titik nol di Mercusuar Anyer roboh diterpa angin kencang, Minggu (1/11).

ANYAR – Ikon titik nol di Mercusuar Anyar roboh diterpa angin kencang. Patung berupa tangan menggenggam bola dunia yang berdiameter dua hingga tiga meter itu roboh sekira pukul 10.00 WIB, Minggu (1/11).

Tim SAR Pantai pada BPBD Kabupaten Serang, Aldi Irwan mengatakan, patung itu merupakan ikon sejarah pembangunan jalan Anyar-Panarukan. Ikon itu dibangun sekira lima tahun lalu. “Itu roboh karena bagian penyangganya meleyot, Alhamdulillah sih tidak ada korban karena posisi juga sedang hujan,” katanya.

Ia mengatakan, saat itu memang sedang terjadi hujan disertai angin kencang. Sebelumnya, ikon tersebut dalam kondisi baik. “Karena mungkin anginnya sangat kencang, ditambah lagi di pinggir laut, jadi penyangganya enggak kuat,” ujarnya. 

TIMPA MOBIL POLISI

Sementara itu, sebuah pohon tumbang menimpa satu unit mobil Polsek Cinangka di Jalan Karang Bolong, Kampung Lebaksawo, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, pukul 10:13 WIB, Minggu (1/11).

Kepala Desa Sindanglaya, Mauludin Anwar mengatakan, hujan dengan intensitas lebat dan cukup lama terjadi sejak pukul 08:30 WIB yang mengakibatkan pohon tumbang jam 10:13 WIB.  “Cuacanya ekstrem, anginnya sampai bikin pohon tumbang,” kata Anwar kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, kemarin.

Akibat angin kencang dan hujan deras sebuah pohon tumbang menimpa satu unit mobil Polsek Cinangka di Jalan Karang Bolong, Kampung Lebaksawo, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Minggu (1/11).

Selain menimpa mobil, kata Anwar, pohon tumbang juga menutup akses jalan sehingga lalu lintas terhambat. Warga langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang. “Enggak sampai menimbulkan macet parah sih, cuma sebentar doang macetnya,” kata Anwar.

Personel SAR BPBD Kabupaten Serang Makrubi mengaku, pukul 10.20 WIB, pihaknya langsung berangkat ke lokasi kejadian pohon tumbang yang menutup akses jalan dan unit mobil Polsek Cinangka yang tertimpa pohon. “Satu jam kemudian, tepatnya pukul 11:42 WIB, pohon sudah dapat dievakuasi dan akses jalan sudah dapat dilalui,” katanya.

Dijelaskan Makrubi, tak ada kendala saat melakukan penanganan. Pihaknya dibantu oleh aparat kepolisian dan warga. Ia memastikan tak ada korban jiwa akibat kejadian ini. “Sekarang cuaca sedang ekstrem, jadi warga harus berhati-hati,” pungkasnya.

WASPADA ANGIN KENCANG

Terpisah, Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang, Tarjono mengatakan, selama musim penghujan ini, potensi terjadinya hujan dengan intensitas ringan, sedang bahkan lebat. Baik itu disertai angin kencang ataupun petir bisa saja terjadi, terutama jika terdapat awan-awan konvektif seperti  cumulonimbus (CB). “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada,” katanya.

Tarjono mengatakan, BMKG setiap harinya mengeluarkan prakiraan cuaca harian dan akan di-update peringatan dini, ketika akan terjadi fenomena satu jam sebelumnya. “BMKG telah mengeluarkan informasi prakiraan awal musim hujan tahun 2020, di mana diprediksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode awal musim hujan mulai akhir bulan Oktober hingga November 2020,” katanya. (jek-mg06-fdr/air)