Ilmu Hitam Pembawa Petaka (Bag 1)

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Punya suami berilmu tinggi, bukan sebuah berkah bagi Isah (37) nama samaran. Apalagi ilmu yang dimiliki Mat Gondrong (46), nama samaran suami Isah, bukanlah ilmu pengetahuan melainkan ilmu kebatinan yang sulit dipahami orang awam. Gondrong adalah seorang pawang hujan.

Hmmm, sepertinya profesi yang tidak terlalu keren di era digital seperti saat ini. Ketika Neil Amstrong dan para astronot lain sudah pergi ke bulan, Gondrong masih melakukan hal yang sering dilakukan orang-orang di zaman dahulu kala. Namun jangan salah, penghasilan Mat Gondrong lumayan besar. Sebulan, dia bisa menghasilkan puluhan juta rupiah. “Orang pasti mengira kalau pawang hujan itu semacam dukun-dukunan. Tapi dibandingkan dukun biasa, pawang hujan itu lebih diperhitungkan. Sebab hasilnya langsung kelihatan, ya bisa mengatur hujan begitu,” kata Isah saat ditemui di Pengadilan Agama.

Nama Mat Gondrong, kata Isah, sangat terkenal di kalangan para pengusaha. Khususnya di bidang pertambangan galian tanah, pasir, dan batu. Kebanyakan dari pengusaha ini menyewa jasa Gondrong. Ini agar sang pawang bisa mengatur cuaca agar tidak sampai hujan lebat.

“Mas Gondrong biasanya banyak job waktu musim hujan. Misalnya ada yang sedang menambang, tidak ingin ada hujan. Mas Gondrong dipanggil agar jangan sampai ada hujan di area pertambangan itu,” tuturnya.

Profesi ini sudah dijalankan Mat Gondrong belasan tahun. Untuk sampai sesakti itu, Mat Gondrong telah berguru ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. Banyak syarat pula yang harus ditaati Mat Gondrong. Mulai larangan makan ini dan itu hingga larangan melakukan kegiatan tertentu di tanggal-tanggal khusus. “Untuk menjadi seorang pawang hujan itu harus disiplin, banyak larangannya. Nah, Mas Gondrong berhasil menjalankan persyaratan itu dengan penuh disiplin. Karenanya dia bisa sakti,” aku Isah.

Entah sedang promosi atau memang bangga akan profesi suami yang akan ia cerai saat itu, Isah menggambarkan suaminya dengan menggebu-gebu. Ia sempat lupa dengan niatannya datang ke Pengadilan Agama.

Mata Isah berbinar ketika menceritakan bagaimana saktinya Mat Gondrong. Beberapa petugas Pengadilan Agama pun menjadi terbawa suasana, lantaran Isah pandai menceritakan tentang diri Mat Gondrong.

Dipikir-pikir, seperti tidak ada rasa kecewa atau sakit hati pada Isah. Lalu apa yang mendorongnya datang ke Pengadilan Agama untuk melayangkan gugatan cerai? Begini ceritanya.

Ini dimulai ketika Mat Gondrong mendapatkan guru baru. Ia pergi ke Kalimantan selama beberapa minggu untuk menuntut ilmu kebatinan baru. Meskipun pergi lama, namun komunikasi antara Isah dan Mat Gondrong tidak terputus. Mat Gondrong tidak menghubungi Isah melalui telepati, namun lewat SMS dan telepon genggam seperti kebanyakan orang. “Ah si Mas ini ngaco aja, masa ngobrol pakai telepati? HP kan ada, ya lewat SMS atau telepon lah,” aku Isah.

Nah, sepulang dari Kalimantan, Mat Gondrong berkata jika ilmu kebatinannya semakin bertambah. Ia bisa naik profesi, tidak hanya sebagai pawang hujan namun jadi dukun sakti. “Mas Gondrong bilang, selama di Kalimantan dia mendapatkan banyak ilmu. Tidak hanya tentang mengatur cuaca, namun untuk hal-hal lain pula,” jelas Isah.

Mat Gondrong juga mengatakan, ada beberapa syarat baru yang harus ia penuhi untuk mempertajam ilmu yang ia dapatkan. Ia akan bersemedi selama beberapa minggu lalu meminum darah burung gagak hitam di hari-hari tertentu. Bersambung…