Ekspresi Imam Riyadi saat mengarahkan pemain Cilegon United dalam suatu pertandingan.

CILEGON – Operator Liga Indonesia Baru (LIB) menetapkan standardisasi lisensi pelatih yang berhak menukangi sebuah tim di Liga 1 dan Liga 2 Indonesia 2018. Untuk Liga 1, LIB menetapkan standardisasi pelatih harus mengantongi sertifikasi kepelatihan berlisensi A AFC (Asian Football Confederation) dan untuk Liga 2 diwajibkan pelatih berlisensi B AFC.

Regulasi posisi kepala pelatih yang ditetapkan LIB berdampak langsung bagi klub Liga 2 asal Kota Baja, Cilegon United (CU). Manajamen Laskar Geger Cilegon, julukan CU, langsung bergerak cepat mengirim staf pelatih CU Imam Riyadi untuk mengikuti kursus kepelatihan lisensi B AFC. Kursus yang dilangsungkan di Sawangan, Depok, Jawa Barat, itu dimulai 19 Februari hingga 10 Maret 2018.

CEO CU Yudhi Apriyanto mengatakan, manajemen menilai Imam pantas dipertahankan untuk menukangi CU mengarungi Liga 2 musim 2018. Untuk itu, manajemen memutuskan mengirim Imam untuk mengikuti kursus lisensi B AFC.   “Kalau sudah ditetapkan oleh operator liga, ya kita harus mengikutinya. Imam kan masih lisensi C AFC. Nah, kami sepakat untuk mengirim Imam mengambil lisensi B AFC. Keputusan ini diambil lantaran kami (manajemen-red) menilai sosok Imam layak dipertahankan sebagai arsitek tim CU,” kata Yudhi kepada Radar Banten saat ditemui di sekretariat CU, Cilegon, Selasa (20/2) pagi.

Yudhi menambahkan, sosok pelatih memiliki peranan besar dalam sebuah tim. Kebersamaan Imam bersama skuat Laskar Geger Cilegon yang hampir lima musim membuat mantan pemain Persib Bandung dan Tim Nasional Indonesia itu sulit tergantikan.

“Semua pemain enjoy di bawah asuhannya dan Imam juga memiliki kedekatan serta emosional yang baik dengan semua pemain. Ruang ganti kami selalu nyaman di bawah kendali Imam. Untuk itu, kami akan mempertahankan Imam menukangi tim ini,” imbuhnya.

Dengan dikirimkannya Imam mengikuti kursus lisensi B AFC, sekaligus mempertegaskan bahwa manajemen CU tidak akan mencari sosok pelatih untuk musim 2018. “Sekarang kami bisa lebih fokus dalam perburuan pemain. Untuk posisi pelatih, kami pastikan Imam Riyadi sebagai kepala pelatih. Sekembali Imam dari kursus, kami akan lebih intensif dalam perburuan pemain. Kami juga telah melakukan komunikasi dengan beberapa pemain sesuai rekomendasi Imam, tapi kepastiannya tetap menunggu Imam. Kan yang paham di lapangan dan kebutuhan pemain adalah pelatih,” tutur Yudhi.

Imam Riyadi menyatakan, kursus lisensi B AFC yang diikutinya saat ini memang permintaan manajemen CU. Ia berjanji akan memanfaatkan momentum tersebut untuk menimba banyak ilmu dan menerapkannya bersama CU.

“Saya sangat berterima kasih kepada manajemen CU yang terus men-support kepelatihan saya. Tentunya harapan besar kami semua untuk membawa CU menuai prestasi ke depan,” ucap Imam singkat kepada Radar Banten ketika dhubungi melalui telepon seluler miliknya, kemarin sore. (Andre Ap/RBG)