Imas Sukses Memajukan SDM Desa Cirarab

Staf Desa Cirarab Abdul Rojat (kiri) meninjau lokasi budi daya jamur tiram di Kampung Cirarab, RT 003, RW 001, Rabu (27/3). Pembudi daya jamur tiram Ali Sudrajat (kanan) ikut mendampingi.

       TANGERANG – Kepala Desa Cirarab, Kecamatan Legok, Imas Rayulatifah punya keinginan memajukan sumber daya manusia (SDM) di desanya. Melalui beberapa program unggulan yang pernah ia jalankan, Imas bisa menciptakan dan mengembangkan potensi yang dimiliki warga Cirarab.

       Menurut Imas, program pemberdayaan masyarakat yang pernah ia jalankan, antara lain, pelatihan pembuatan keset dari kain perca pada 2013, pemberian bantuan modal untuk budi daya jamur tiram pada 2015, pemberian bantuan bibit ayam petelor bagi pemuda pengangguran pada 2018.

Usaha kecil menengah (UKM) yang telah berkembang adalah budi daya jamur tiram. UKM ini milik Ali Sudrajat. Ali telah menggelutinya sejak 2014.

       ”Saya melihat, usaha ini memiliki potensi untuk berkembang. Makanya, saya adakan program pemberdayaan di tahun 2015. Dengan memberikan bantuan modal sekira Rp50 juta (untuk budi daya jamur tiram-red),” tegas Imas.

Keyakinan Imas, ditambah dengan pemberian bantuan permodalan, terbukti bisa meningkatkan produksi jamur tiram yang dikelola Ali. Saat ini, pembudi daya jamur tiram itu telah memiliki dua karyawan. Semuanya warga Cirarab.

Sehari, Ali bisa membuat 350 hingga 400 bag log atau olahan bibit jamur. Ali baru bisa memanen jamur tiram selama tiga bulan. Hasil panen langsung disalurkan ke Pasar Parung Panjang, Bogor.

       ”Setiap hari itu rutin mengirim jamur ke Pasar Parung Panjang. Sekitar enam sampai tujuh kilogram yang kami kirim,” jelas Ali. ”Sebenarnya pesanan itu banyak. Tapi karena kekurangan lahan dan juga alat, produksi jamurnya juga kurang. Jadi, enggak bisa menuhin semua pesanan. Pengennya sih, Pemdes Cirarab atau Pemkab Tangerang bisa memberikan bantuan, supaya usaha saya ini bisa memenuhi semua pesanan. Ya bisa lebih maju lah,” harap Ali yang biasa disapa Mang Ojat ini.

Belum puas dengan keberhasilannya meningkatkan produksi jamur tiram, Imas menyasar kerajinan keset dari kain perca. Kerajinan ini ditekuni oleh Indari, Ketua Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPK) Apel.

       Untuk kerajinan keset, Pemerintah Desa Cirarab memang belum memberikan bantuan modal. Kendati demikian, setiap ada pameran tingkat desa maupun Kabupaten Tangerang, keset hasil tangan Indari selalu diikutsertakan.

       Keberhasilan Imas dalam mengembangkan SDM di Cirarab, tentunya tak lepas dari peran jajaran Pemerintahan Desa Cirarab. Kata Sekretaris Desa Cirarab Adang Banu, tahun ini, Pemerintah Desa Cirarab akan kembali menjalankan program serupa. Pemberdayaan masyarakat.

”Tahun ini, kami (Pemerintah Desa Cirarab-red) akan kembali melakukan pemberdayaan. Yaitu, pembuatan bakso. Dari pelatihan pembuatan bakso, pemasaran, pemberian alat. Alatnya dirakit oleh para ahli mesin Desa Cirarab. Lalu, pengelolaan limbah kayu dan triplek. Ada juga potensi pertanian, peternakan, dan perikanan akan ditingkatkan melalui pembinaan  untuk menjadi profesional. Nah, nanti, semuanya itu akan kami (Pemerintah Desa Cirarab-red) masukkan ke dalam BUMDes.” jelas Adang. BUMDes, lanjutnya, baru akan dibentuk tahun ini. (pem/rb/sub)