Imlek Tak Pengaruhi Penyeberangan

0
598 views
Kendaraan mengantre menuju pintu keluar Pelabuhan Merak.

PULOMERAK – Libur Imlek yang jatuh pada akhir pekan kemarin tidak banyak berpengaruh terhadap penyeberangan di Pelabuhan Merak. Pelabuhan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera itu lengang dan tak berbeda dengan hari-hari biasa.

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak sebagai operator pelabuhan pun tak menyiapkan layanan khusus seperti yang biasa dilakukan saat menghadapi libur Idul Fitri atau Tahun Baru dan Natal.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Solikin menjelaskan, berdasarkan pangamatan petugas, sejak Jumat (24/1), Sabtu (25/1), dan Minggu (26/1), aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak sama seperti layanan reguler biasa. “Tak ada lonjakan, seperti biasa saja, semuanya sejauh ini lancar,” ujar Solikin kepada Radar Banten, Minggu (26/1).

Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, setiap tahun, momentum Imlek tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak, kendati seperti itu, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan.

Kapal yang dioperasikan setiap hari di antara 30 hingga 31 kapal. Jadwal antar-kapal diperhatikan dengan teliti guna memastikan tidak terjadi penumpukan kendaraan atau pelayanan yang tidak sesuai dengan jadwal.

Menurut Solikin, terlepas momentum apa pun, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada para pengguna jasa penyeberangan baik melalui terminal eksekutif maupun reguler.

Keamanan dan kenyamanan para pengguna jasa penyeberangan selalu menjadi prioritas. Ia pun terus mengingatkan kepada penyedia jasa penyeberangan untuk memperhatikan aspek-aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Sementara itu,  Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fariz Rizki menjelaskan, mengacu pada data angkutan penyeberangan Januari, pada tanggal 24, jumlah penumpang yang menyeberang sebanyak 5.440 orang, dan 8.657 kendaraan.

Sedangkan pada 25 Januari, jumlah penumpang yang menyeberang sebanyak 3.456 orang, dan 5.423 unit kendaraan berbagai jenis. “Sejak arus libur Natal dan Tahun Baru, terjadi penurunan penumpang,” papar Fariz.

Ia melanjutkan, Natal dan Tahun Baru jumlah penumpang rata-rata berkisar di angka 8.000 orang, pasca momentum tersebut, jumlah penumpang berkisar di 2.000-3.000 hingga orang per hari. Meski saat liburan Natal dan Tahun Baru kerap diguyur hujan, tetapi kondisi cuaca tersebut tidak mengganggu proses penyeberangan. Kondisi laut masih aman untuk dilintasi, proses sandar, bongkar dan muat pun tidak mengalami kendala. (bam/ibm/ags)