Indeks Capaian Elektronifikasi Lebak Tertinggi di Banten

0
1339

LEBAK – Bupati Iti Octavia Jayabaya menerima kunjungan kerja dari Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten Erwin Soeriadimadja di pendopo Pemkab Lebak. Dalam paparannya, Erwin mengapresiasi komitmen daerah dalam melakukan transformasi digital, sehingga indeks capaian elektronifikasi Lebak tertinggi di Banten.

Kata Bupati, laporan dari Bank Indonesia indeks capaian elektronifikasi di Kabupaten Lebak indeksnya 3,92. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Banten dan masuk 25 besar nasional.

“Ini sejalan dengan instruksi presiden untuk transformasi digital dalam berbagai sektor strategis. Untuk itu, kita bentuk tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD) guna meningkatkan efisiensi pelayanan publik serta akselerasi birokrasi,” kata Iti Octavia Jayabaya di pendopo Pemkab Lebak, Rabu (31/3).

Menurutnya, percepatan dan perluasan digitalisasi ini memiliki tiga manfaat. Pertama, memperkuat efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan negara yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, inklusivitas ekonomi serta pemerataan kesejahteraan baik di pusat maupun daerah. Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan publik baik dalam kecepatan transaksi, transparansi, serta mencegah kebocoran pelayanan publik. Ketiga, mempercepat integrasi ekonomi dan keuangan digital.

“Pemkab Lebak mendukung pembentukan TP2DD dalam rangka percepatan elektronifikasi di lingkungan pemerintah daerah untuk sektor pelayanan pajak daerah dan retribusi daerah. Salah satunya dengan mempersiapkan regulasi dan kerangka acuan pelaksanaan TP2DD,” ujarnya.

Dijelaskannya, perubahan kondisi ekonomi pada masa pendemi Covid-19 berdampak terhadap penurunan pendapatan sehingga nilai kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan baik pajak daerah dan retribusi daerah jadi lemah. Pembentukan TP2DD diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, perluasan akses keuangan serta meningkatkan kecepatan dan kemudahan pembayaran bagi masyarakat.

“Seluruh dukungan ini dilakukan dalam upaya menyukseskan akselerasi elektronifikasi di Lebak. Dalam pelaksanaannya tetap selaras dengan harapan Pemprov Banten untuk terus meningkatkan efisiensi dan optimalisasi penerimaan daerah, serta mendorong efektivitas pengelolaan keuangan daerah dengan tetap mengedepankan transparansi dan good governance,” ujar Bupati.

Kepala Bapenda Lebak Hari Setiono menyatakan, pemerintah terus melakukan inovasi dalam elektronifikasi pelayanan terhadap masyarakat. Untuk itu, ICE Lebak merupakan yang tertinggi di Banten. Bahkan, laporan dari Bank Indonesia, ICE Lebak masuk 25 besar nasional.

“Ini prestasi membanggakan bagi kita semua. Semoga, dengan inovasi pelayanan ini, pendapatan daerah dari pajak dan retribusi dapat terus ditingatkan,” jelasnya.(Mastur)