Sekretaris BKD Kota Serang Farach Richi.

SERANG – Selama tahun 2015, Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Pemkot Serang memberikan hukuman kepada 10 pegawai yang melakukan pelanggaran berat. Satu di antaranya diberhentikan.

“Selama tahun 2015 ada 10 pegawai yang melakukan pelanggaran berat. Satu diberhentikan karena tidak masuk selama 3 tahun,” ungkap Sekretaris BKD Kota Serang Farach Richi kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (17/2/2016).

Sedangkan sembilan lainnya, lanjut Farach, diberikan hukuman rata-rata penurunan pangkat satu tingkat selama tiga tahun. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

“Dari jumlah pelanggaran yang ada, penyebabnya dua masalah. Pertama perceraian. Kedua ketidakhadiran pegawai atau absensi. Hukuman diberikan berdasarkan BAP (berita acara pemeriksaan-red) SK (surat keputusan-red) ad hoc, namun kita juga memberikan ruang pembelaan kepada para pegawai yang indispliner,” katanya.

Lebih lanjut, Farach mengatakan, proses pemberian hukuman ini dilakukan sebagai pembinaan untuk memberantas penyakit (analogi kesehatan). Karena semakin sedikit yang memiliki penyakit maka semakin baik. “Sebetulnya kita tidak ingin menerapkan ini, namun harapan kita pegawai mendapatkan efek jera.

Setiap tahun, kita sering melakukan sosialisasi ke setiap SKPD tentang kedisiplinan pegawai. Laporan pelanggaran pegawai didapat dari hasil aduan dan temuan yang dilakukan BKD,” tandasnya. (Fauzan Dardiri)