Indomaret di Walantaka Dirampok Pria Bersenjata

SERANG – Tiga pelaku perampokan bersenjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi) menyatroni Indomaret di Jalan Raya Ciruas Petir, Lingkungan Cimareng, Kelurahan Lebakwangi, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Sabtu (28/9). Saat melakukan perampokan, ketiga pelaku sempat menyekap dua pegawai Indomaret dan menggasak uang tunai Rp30 juta.

Kasus perampokan tersebut terjadi sekira pukul 22.30 WIB. Ketiga pelaku yang datang menggunakan motor matik secara tiba-tiba merangsek masuk ke dalam Indomerat. Ketiganya lalu menodongkan sajam dan senpi kepada dua pegawai Indomaret yang diketahui bernama Adang Nurhakim dan Reni Helfandari.

Ketiga pelaku sempat mengancam akan menghabisi kedua pegawai Indomaret tersebut apabila tidak menyerahkan uang hasil penjualan. Takut dengan ancaman, kedua pegawai tersebut lalu membuka brangkas berisi uang sekira Rp30 juta di dalam gudang. Masih belum puas dengan yang didapatkan, para pelaku juga mengambil rokok.

Sebelum meninggalkan lokasi, para pelaku sempat mengikat tangan kedua pegawai dengan lakban. Mulut keduanya juga dilakban agar tidak bisa berteriak. Usai para pelaku kabur, kedua korban mencoba melepaskan ikatan lakban tersebut. Setelah berhasil lepas, kedua pegawai tersebut meminta pertolongan warga.

Kapolsek Walantaka Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yudi Permana mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.

“Kejadian perampokannya hari Sabtu malam kemarin. Saat kejadian situasi sekitar memang sedang sepi. Ada tiga pelaku yang datang membawa sajam dan menggunakan senjata mirip senjata api,” kata Kapolsek dikonfirmasi Radar Banten, Minggu (29/9).

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. Untuk mengungkap kasus tersebut, Polsek Walantaka telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Serang Kota dan Ditreskrimum Polda Banten.

Minggu (29/9), petugas Polda Banten telah mendatangi lokasi. “Untuk para pelaku masih kami identifikasi,” ujar Kapolsek.

Salah seorang pegawai Indomaret yang ditemui Radar Banten di lokasi enggan berkomentar banyak mengenai kasus tersebut. “Saya tidak tahu kejadiannya. Saya juga baru mau lapor ini ke polsek,” katanya.

Diakuinya, aksi ketiga pelaku tersebut sempat terekam kamera pengintai atau CCTV. Namun, dia enggan memperlihatkannya kepada Radar Banten. “Enggak boleh (diperlihatkan-red). Cuma buat kita saja,” tuturnya. (Fahmi Sai)