Industri dan Pelayaran Penyebab Zona Merah

0
380 views
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

CILEGON – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon menggelar rapat evaluasi menyusul ditetapkan Kota Cilegon sebagai zona merah penyebaran Covid-19. Dalam rapat terungkap bahwa industri dan pelayaran menjadi penyebab perubahan status kota Cilegon dari oranye menjadi zona merah.

Walikota Cilegon Edi Ariadi menjelaskan, setelah dikaji data sebaran Covid-19 secara rinci, jumlah kasus positif Covid-19 paling besar berasal dari klaster industri dan pelayaran. “Jadi kalau masyarakat biasa, petani, itu sedikit, paling banyak mereka para pekerja,” ujar Edi kepada wartawan di kantor Walikota Cilegon, Rabu (23/9).

Kemudian, lanjut Edi, dari 42 kasus positif Covid-19 yang terakhir, 36 di antaranya berasal dari area pelayaran dan 13 bukan masyarakat Kota Cilegon. Data itu diperoleh Pemkot Cilegon dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten.

Secara kedaerahan, lanjut Edi, dari delapan kecamatan di Kota Cilegon, kasus positif Covid-19 paling banyak terjadi di Kecamatan Cibeber, Kecamatan Cilegon, dan Kecamatan Purwakarta. Di tiga kecamatan tersebut mayoritas yang positif adalah para pekerja di industri dan bisnis pelayaran.

“Berarti mereka terpaparnya dari tempat kerja, atau karena dia kerja di Tangerang, itu banyak penelitiannya,” jelas Edi.

Dengan data ini, Edi mengaku telah meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon untuk menyikapi persoalan tersebut, salah satunya dengan mengingatkan industri untuk meningkatkan pencegahan penyebaran Covid-19. “Semua nanti itu diurus Disperindag,” ujar Edi.

Edi juga mengaku akan menggelar rapat dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon agar sejumlah hotel menyediakan fasilitas isolasi mandiri. “Kita pun akan rapat dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia), FSPP (Forum Silaturahmi Pondok Pesantren), supaya percepatan, memang belum ada positif di wilayah itu, tapi kita kan mencegah agar jangan sampai menyebar,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Cilegon Endang Efendi mengingatkan kepada industri untuk patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan. “Tapi kadang industri sudah disiplin, cuma saat diluar jam kerja, kan susah diawasi oleh manajemen,” ujarnya.

Endang mengajak semua pihak untuk bersama-sama patuh melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus tersebut dan membuat Kota Cilegon kembali normal.

Dalam rapat tersebut juga disepakati bila ada karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka industri wajib mengisolasi karyawan di salah satu hotel yang telah ditetapkan sebagai tempat isolasi mandiri. “Industri yang tanggung jawab selama isolasi mandiri, kalau masyarakat, pemerintah yang tanggung jawab,” ujarnya. (bam/alt)