Industri Harus Kelola Limbah B3 dengan Cermat

Kepala DLH Sri Budi Prihasto foto bersama dengan pelaku industri seusai penyerahan SK Klinik Lingkungan Hidup di Hotel Le Dian, Kota Serang, Rabu (11/9). Foto: Lutfi/Radar Banten

SERANG – Salah satu permasalahan krusial yang dihadapi Pemkab Serang adalah pencemaran akibat limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Limbah itu sangat membahayakan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Limbah B3, salah satunya, dihasilkan dari sisa pembakaran batu bara dan kegiatan peleburan besi dan bata ringan yang dikenal dengan fly ash dan bottom ash maupun slag steel dan oli bekas. Limbah limbah masih banyak belum terkelola dengan baik sehingga seringkali memicu terjadinya konflik sosial di masyarakat.

“Kurangnya pemahaman terhadap aturan teknis dalam tatalaksana perizinan di bidang pengelolaan limbah B3 akan mengakibatkan terbatasnya kesadaran dan lemahnya komitmen industri terhadap pengelolaan lingkungan yang baik,” ujar Sri Budi Prihasto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang saat membuka acara Bimbingan Teknis Pengelolaan Limbah B3 bagi Kegiatan Industri Bata Ringan dan Peleburan Besi di Kabupaten Serang, Rabu (11/9/2019).

Kata dia, bimbingan teknis ini merupakan kesempatan tepat bagi industri untuk memahami pengelolaan limbah B3. “Kami mengharapkan para peserta ini dapat mengantisipasi timbulnya dampak negatif lingkungan,” ujarnya.

Sementara Anjar Munaryanti pembicara dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memaparkan bahwa industri harus mengelola dengan baik limbah B3 agar tidak membahayakan bagi lingkungan dan masyarakat. “Kalau limbah B3 mau dikelola oleh pihak keluar atau pihak ketiga maka harus yang sudah mengantongi izin,” ujarnya.

Bimtek ini dihadiri oleh para pelaku industri di Kabupaten Serang. Mereka dengan seksama mengikuti pemapran dari para pembicara. (Ahmad Lutfi)