Inem Lebih Memilih Menjadi Simpanan Loh (Bag 1)

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Inem (34), nama samaran, menyatakan jika dirinya hanyalah wanita biasa yang tidak luput dari khilaf. Ia memang bersalah karena berselingkuh dengan seorang playboy tua beristri dua, sebut saja George (68). Namun sebagai wanita, dia tidak menyesali khilafnya karena menduakan Madropi (37), nama samaran mantan suami. Mengingat sang selingkuhan adalah pria kaya raya, Inem bahkan bersedia menjadi istri simpanan George. Wak wawww.

Itulah pernyataan Inem saat menjalani sesi mediasi sidang cerai talak di Pengadilan Agama. Tanpa terkesan malu dan ragu, Inem mengaku, siap menerima segala konsekuensi atas pilihan hidupnya saat itu. “Inem bilang siap dicaci maki, disumpah orang biar cepat mati, atau lain-lain. Baginya, menjadi istri simpanan George dibandingkan saya, adalah pilihan paling benar,” kata Madropi.

Saat itu, Madropi melaporkan Inem karena telah berselingkuh dengan George si pengusaha ekspor impor. Madropi juga sempat memergoki Inem dan George tengah berduaan dalam kamar hotel. “Saya sudah mencium gelagat perselingkuhan. Karenanya saya berani bayar temannya Inem biar jadi mata-mata. Waktu dapat kabar kalau Inem nginap di hotel dengan laki-laki itu, saya langsung bawa polisi. Biar ramai sekalian,” jelas Madropi.

Bukannya menyesal karena kepergok ngamar di hotel, Inem dan George malah memperlihatkan muka congkak. Bahkan, kondisi saat itu menjadi terbalik seolah-olah Madropi menjadi pemeran penjahat ketimbang pasangan selingkuh Inem dan George. “Saat digelandang ke kantor polisi, George bayar uang jaminan. Saat bebas, dia dan Inem melewati saya dengan memasang muka asem. Keduanya lalu pergi begitu saja, jadinya seperti tidak pernah ada kejadian apa-apa waktu itu. Kan saya yang jadi bete,” terang Madropi.

Peristiwa pergok-pergokan merupakan puncak dari perselisihan rumah tangga Inem dan Madropi. Pasangan yang telah dikaruniai dua anak ini memang sedang mengalami ketidakharmonisan rumah tangga.

Keretakan hubungan suami istri ini terjadi setelah Madropi membeli sebuah mobil tua buatan tahun 90-an. Setelah itu Inem malas melihat Madropi, bahkan tidak pernah menganggap pria itu masih menjadi suaminya. “Waktu saya beli mobil itu, Inem mulai berulah. Tidak mau diantar ke tempat kerja, bahkan jarang angkat telepon dan SMS dari saya,” terangnya.

Madropi kemudian mengisahkan persoalan rumah tangganya lebih detail lagi. Ini bermula dari janji Madropi sebelum mereka menikah. Janji yang dimaksud adalah membeli satu unit mobil mewah setelah menikah. Madropi mengaku siap bekerja keras untuk bisa menyenangkan Inem.

Madropi memang harus berusaha keras untuk mendapatkan Inem. Karena itu ia harus menebarkan bumbu janji agar bisa memenangkan hati sang pujaan hati. Inem yang merupakan andalan salah satu agen SPG rokok, jadi incaran pria-pria di mana-mana. Apalagi dia diketahui masih perawan, sehingga membuat para pria makin geregetan.

Madropi sendiri memang punya kelebihan, dia bisa dibilang cowok ganteng dan cool abis. Sayang dompetnya pas-pasan, isi rekening bank miliknya tidak bisa dibandingkan dengan cowok saingannya yang rata-rata para pengusaha. “Inem itu punya banyak klien, rata-rata high class, level pengusaha. Makanya agar bisa menyaingi mereka, saya harus imbangi dengan janji-janji,” akunya.

Saat masa pacaran, Inem pun sempat galau untuk memilih Madropi. Oke lah cinta Inem memang untuk Madropi, namun para pria yang masuk daftar tunggu Inem, lebih berpotensi bisa membahagiakannya ketimbang Madropi.

Bagaimana pun juga, taraf kesejahteraan pria idealnya masuk perhitungan para wanita ketika hendak dipinang. Bermodal cinta saja tidak cukup untuk merencanakan sebuah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Bersambung…