Tampilan wesite iramanusantara.org

JAKARTA – Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf meresmikan program Kerja Sama Pengarsipan dan Pendataan Hasil Industri Rekaman di Indonesia, Rabu (1/6). Program tersebut merupakan upaya dokumentasi modern arsip musik populer Indonesia.

Pengarsipan dan pendataan ini merupakan kerja sama Bekraf dengan Yayasan Irama Nusantara yang didukung berbagai musisi dan penyanyi. Serta keterlibatan stasiun-stasiun radio di Tanah Air.

Hasil kerja dokumentasi ini dapat dinikmati melalui website iramanusantara.org. Publik bakal dihidangkan koleksi rekaman musisi dari era 1920-an hingga 1980-an.

Situs arsip musik populer Indonesia itu bisa diakses gratis via internet. Selain mendengar karya, pengunjung juga disajikan karya visual berupa sajian sampul album yang dirilis kala itu.

“Program ini penting sekali. Indonesia lemah soal pengarsipan karya-karya dari dulunya,” kata Triawan Munaf saat peluncuran iramanusantara.org di Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan, Rabu (1/6), seperti dilansir Jawa Pos.

“Musik adalah salah satu subsektor yang digarap Bekraf untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Industri musik kita telah merambah kawasan internasional,” sambung ayah penyanyi Sherina itu.

Saat ini, situs iramanusantara.org telah memiliki pengarsipan dalam bentuk digital. Sedikitnya terkumpul seribu rilisan fisik musik Indonesia. Ribuan rilisan itu berkisar dari era 1950 hingga 1980-an.

Melalui peluncuran program dokumentasi musik Indonesia ini, Bekraf dan Irama Nusantara berharap dapat terus menambah arsip lagi. Setidaknya lima ratus rilisan lagi dari era 1920-an hingga 1950-an. “Kami optimis bisa menyediakan minimal seratus rilisan tiap bulan,” ujar Triawan Munaf. (JPG)