Ingin Sembuhkan Radang? Cobalah Beberapa Herbal Ini

Ilustrasi/ Inet

PERADANGAN memang sering membuat penderitanya merasa terganggu. Padahal, peradangan justru merupakan bentuk respon protektif tubuh terhadap cedera atau kerusakan. Peradangan bahkan membantu penyembuhan dan perbaikan proses alami tubuh.

Namun, masalah muncul ketika tubuh meradang secara kronis. Polusi, kepekaan terhadap makanan dan mengangkat beban terlalu berat bisa menyebabkan peradangan kronis.

Dilansir laman jpnn.com, peradangan kronis telah dikaitkan dengan berbagai penyakit. Antara lain kanker, diabetes, alzheimer, jantung dan gangguan defisit (ADD).

Namun, ada cara untuk mengobatinya. Obatnya pun dalam bentuk herbal yang manjur untuk membantu mengurangi atau mencegah peradangan dalam tubuh.

1. Kunyit (Curcumin)
Agen anti-inflamasi dalam kunyit adalah pigmen kuning yang disebut kurkumin. Tiongkok telah lama menggunakan kunyit dan kurkumin untuk mengurangi peradangan serta mengobati gangguan pencernaan, luka dan infeksi. Penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin juga bermanfaat sebagai antioksidan dan bisa memerangi kanker.

2. Green Tea (Teh Hijau)
Studi terbaru menunjukkan teh hijau efektif sebagai anti-inflamasi, terutama dalam pengobatan arthritis. Green tea juga bisa mengurangi peradangan pada saluran pencernaan yang berpotensi membantu kondisi seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa.

Dianjurkan untuk minum 3-4 cangkir teh setiap hari. Ekstrak teh hijau juga bisa ditemukan dalam bentuk pil. Dan bagi mereka yang tidak ingin kafein, teh hijau tanpa kafein juga banyak tersedia.

3. White Willow Bark
Kulit pohon willow putih telah digunakan sebagai pengobatan untuk rasa sakit dan peradangan sejak zaman Mesir dan Romawi kuno. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa kulit pohon willow putih memiliki efek sebanding dengan aspirin tetapi dengan efek samping yang lebih sedikit daripada aspirin.

Dosis biasa kulit pohon willow putih adalah 240 mg per hari untuk kondisi peradangan yang sedang berlangsung. Ada juga campuran herbal yang mengandung kulit pohon willow putih yang bisa digunakan untuk penyakit sakit kepala.

4. Maritime Pine Bark (Pycnogenol)
Kulit kayu dari pohon pinus maritim (pinus maritima) bisa diolah menjadi pycnogenol. Ekstrak ini telah digunakan selama lebih dari 2.000 tahun untuk membantu menyembuhkan luka, kudis dan bisul serta mengurangi peradangan pembuluh darah. Ini adalah salah satu antioksidan terkuat yang dikenal saat ini.

Penelitian telah menunjukkan pycnogenol bisa 50 sampai 100 kali lebih kuat daripada vitamin E untuk menetralisir radikal bebas dalam tubuh. Manfaat lainnya adalah mengurangi tekanan darah dan risiko pembekuan darah.

5. Chili Peppers (capsaicin)
Capsaicin adalah zat kimia yang membuat lada panas. Dan capsaicin telah terbukti memiliki efek anti-inflamasi dalam tubuh Anda.

Setiap jenis cabai mengandung capsaicin. Suplemen yang mengandung capsaicin sering dicampur dengan herbal lain untuk membuat campuran anti-inflamasi alami.

6. Kemenyan (boswellia serrata)
Boswellia adalah pohon asli India, Somalia, Ethiopia dan Semenanjung Arab. Kemenyan adalah resin yang diekstrak dari pohon.

Kemenyan memiliki sifat anti-inflamasi, anti-rematik dan mengendalikan nyeri. Resin boswellia saat ini digunakan untuk mengobati gangguan sendi degeneratif dan inflamasi.

Satu studi menunjukkan kombinasi boswellia dan kurkumin lebih efektif untuk mengobati osteoarthritis dari obat sintetik yang biasa digunakan. Dianjurkan untuk mengonsumsi 300-500 mg ekstrak boswellia dua atau tiga kali sehari untuk kondisi peradangan yang sedang berlangsung.

7. Black Pepper
Rasa khas lada hitam berasal dari piperin kimia. Piperine telah terbukti mengurangi peradangan. Piperine menghambat penyebaran kanker dan telah terbukti untuk menekan persepsi nyeri dan gejala radang sendi.

8. Resveratrol
Resveratrol telah terbukti sebagai anti-inflamasi kuat. Resveratrol juga melindungi terhadap kerusakan DNA dan mutasi.

9. Rosemary
Rosemary menunjukkan salah satu efek protektif terkuat melawan peradangan dan oksidasi.

10. Cengkeh
Minyak cengkeh bisa diterapkan langsung ke gusi untuk membantu sakit gigi atau untuk mengontrol rasa sakit selama perawatan gigi. Cengkeh telah terbukti mengurangi peradangan mulut dan tenggorokan. Cengkeh juga bisa digunakan untuk mengobati diare, mual, hernia, bau mulut dan sebagai ekspektoran. (care2/fny/jpnn)