Ingin Tambal Ban, Rp 130 Juta Malah Melayang

SERANG – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kendati sudah punya firasat tidak baik dan curiga diintai oleh penjahat, Akhmad Akhyadi (42), warga Kampung Lapang, RT 01 RW 05, Desa/Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, mengalami nasib apes. Yang bersangkutan kehilangan uang sebesar Rp130 juta yang ditaruh di jok bagian depan mobil Terios miliknya, Rabu (11/4) lalu sekira pukul 14.15 WIB.

Nasib buruk diceritakan korban yang datang langsung ke kantor Radar Banten, kemarin sore. Menurut Akhmad Akhyadi, sebelum peristiwa itu, dirinya mendatangi Bank bjb cabang utama Banten, Alun-Alun, Kota Serang, Rabu (11/4). Keperluannya, hendak mengambil uang sebesar Rp130 juta. Menggunakan mobil Terios dengan nomor polisi A 1222 FO yang kemudikannya sendiri. Akhmad tiba di Bank bjb sekira pukul 13.30 WIB. Setelah proses penarikan uang selesai, Akhmad berniat pulang ke kediamannya di Kragilan.

Akhmad keluar kantor Bank bjb melewati rute Jalan Ahmad Yani, Kota Serang. Sesampainya di lampu merah Ciceri, seorang pengendara sepeda motor memberitahu jika ban mobil sebelah kiri bagian belakang kempes. Akhmad awalnya tidak menggubrisnya, tetapi lantaran mobil yang dibawanya melaju agak oleng, akhirnya Akhmad berhenti di dekat rumah makan Petir untuk mengganti ban.

Saat itu, korban merasa waswas lantaran membawa uang banyak di kendaraannya. Sehingga dia menepikan kendaraannya di tempat yang ramai. Ban mobil diganti, uang di dalam mobilnya masih utuh, Akhmad merasa lega. Kemudian, Akhmad melanjutkan perjalanannya.

Sesampainya di Tugu Selamat Datang, Akhmad kembali diberitahu oleh seorang pengendara motor bahwa ban mobilnya kempes. Akhmad semakin khawatir dengan keadaan itu dan mulai curiga sehingga menelepon istrinya dari dalam mobil. Berdasarkan saran istrinya, Akhmad tetap melanjutkan perjalanan meskipun ban mobil dalam kondisi kempes. Namun, karena mobil yang dibawanya semakin tidak nyaman akhirnya Akhmad memutuskan untuk menambah angin ban.

Akhmad berinisiatif pergi ke bengkel dan menambah angin ban mobilnya itu sekira pukul 16.00 WIB. Setelah turun dan berjalan ke sebelah kiri, sambil jongkok korban memeriksa ban mobil sebelah kirinya seraya memerintahkan pekerja bengkel untuk menambah angin ban mobilnya tersebut. Ban mobil tersebut tidak bisa ditambah angin, Akhmad menyuruh pekerja bengkel untuk menambal ban mobilnya itu.

Saat dirinya hendak mengambil ponsel, Akhmad kaget melihat pintu sopir dalam kondisi terbuka. Dalam kondisi panik Akhmad melihat ke bangku kiri di mana uang sebesar Rp130 juta tersebut diletakkan. Ternyata uang yang ditaruh di dalam tas sudah raib digondol maling.

Akhmad langsung berteriak histeris. Warga di sekitar pun mendatangi korban. Akhirnya korban beserta warga melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Walantaka. Namun, pihak polsek tidak menerima dan melimpahkannya ke Mapolres Serang Kota.

Ketika dalam perjalanan ke Mapolres Serang Kota, Akhmad menerima telepon bahwa tas miliknya sudah ditemukan di Kampung/Desa Undarandir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, oleh Arip. Setelah melapor ke Mapolres Serang Kota, Akhmad mendatangi kediaman Arip untuk memeriksa tas tersebut dengan petugas jaga Satreskrim Serang Kota. Namun, uang yang ada di dalam tas sudah raib. Barang lainnya milik Akhmad masih ada seperti dua buku tabungan bjb, satu buku tabungan BCA, charger laptop, dan slip penarikan sebesar Rp130 juta, amplop kecil bjb, dan alat tulis kantor.

“Di perjalanan ada pengendara motor yang memberi tahu saya bahwa ban belakang bagian kiri mobil saya kempes. Yang memberi tahu itu tepatnya sebelum lampu merah Ciceri,” ujarnya di kantor Radar Banten, Kamis (12/4).

“Saya tidak langsung turun waktu itu lantaran waswas, tapi saya nekat turun untuk mengganti ban,” katanya lagi.

Sementara, Kapolsek Walantaka AKP Atip Ruhyaman membenarkan adanya laporan korban yang kehilangan uang sebesar Rp130 juta. “Benar ada korban yang melapor kepada kami pada Rabu 11 April lalu,” katanya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon, Kamis (12/4).

Kata Atip, setelah melakukan oleh tempat kejadian perkara, pelaku diduga menggunakan sepeda motor saat melakukan aksinya dan lari ke arah Serang bagian timur. Selang beberapa jam dilakukan olah TKP, tas korban ditemukan oleh salah seorang warga di Kampung/Desa Undarandir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

“Barang bukti sekarang sudah kita amankan, kita juga akan melakukan pengejaran kepada pelaku. Kita melakukan penanganan kasus ini sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tandasnya. (Adi/RBG)