Ini 9 Nominasi Festival Film Banten 2017

SERANG – Setelah melalui tahapan seleksi panjang, Kremov Picture mengumumkan 9 nominasi film pendek terbaik Indonesia di ajang Festival Film Banten 2017, yang didukung penuh oleh Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Pengumuman film terbaik akan diseleksi kembali oleh tim juri pada malam puncak Festival Film Banten 2017 di Ballroom Hotel The Royale Krakatau Cilegon, Kota Cilegon, Rabu (30/8) malam pukul 19.00 WIB.

CEO Kremov Pictures Darwin Mahesa menyatakan 9 nominasi yang lolos seleksi diantaranya, Kategori Pelajar: Indonesia Kelak dari Serang, Banten; Over dari Bogor; dan Sang Penjaga Beji dari Denpasar, Bali.

Kategori Mahasiswa: Hanya Malam dari Jogjakarta; Waeyo dari Tangerang, Banten; dan Eksamen dan Cerita Sore Itu dari Tangerang, Banten.

Kategori Umum: Hutang is Not Crime dari Balikpapan, Kalimantan Timur; Khobitsun dari Magelang, Jawa Tengah; dan Salengka Warih dari Bengkulu.

Kata Darwin, festival ini perdana yang dibuat Kremov Pictures, tapi tahun lalu ada festival film pendek yang pernah dibuat Untirta. Yang berbeda dari Kremov, Festival Film Banten 2017 berskala nasional.

“Jurinya dari Produser LA Indie Movie, Pegiat Film Pendek, penulis dan media, orangnya masih dirahasiakan untuk nanti malam,” ujarnya melalui pesan singkat kepada Radar Banten Online, Rabu (30/8).

Penilaiannya, kata dia, dengan sistem terbuka, 9 nominasi tersebut akan ditayangkan sehingga semua peserta undangan pun ikut menontonnya.

“Pemenang hanya ada satu dari tiap kategori. Film Terbaik Kategori Pelajar, Film Terbaik Kategori Mahasiswa, Film Terbaik Ketegori Umum,” paparnya.

Ia mengaku geliat sineas muda baik Banten ataupun di Indonesia semakin menjamur, padahal pendaftaran dibuka selama 25 hari, tetapi 118 film telah terdaftar di FFB 2017.

“Film pendek yang mereka buat rata-rata memiliki cerita unik dari daerah masing-masing,” ucapnya. Ia mengatakan kualitas film yang masuk bervariasi, ada gambarnya bagus, namun ceritanya kurang, atau sebaliknya, bahkan kedua-duanya bagus.

Pria yang memiliki sederet prestasi perfilman itu berharap ke depan selalu ada Festival Film Banten setiap tahunnya, agar Banten aktif melakukan kegiatan perfilman.

“Kenapa harus Banten? Karena sineas film Indonesia yang fenomenal itu dari Banten, seperti Teguh Karya dan Misbach Yusabiran,” ujarnya.

Kata Darwin, akan hadir sejumlah Pejabat Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI, Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan seluruh perwakilan sekolah SMA di banten.

Panitia FFB 2017 Faiza Aulia Kamila mengungkapkan rasa senangnya bisa berpartisipasi di dalamnya, untuk mendukung perfilman khususnya di Banten.

“Mudah-mudahan terus berlanjut FFB tahun berikutnya, semakin besar lagi acaranya. FFB ini wadah bagi sineas muda Banten dan Indonesia,” ungkapnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)