SERANG – Assistant Manager External Relations PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Jawa Bagian Barat Milla Suciyani membenarkan adanya pemberhentian aktivitas sementara Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-42128 Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Senin (19/1/2015) ini.

Ia memaparkan, pemberhentian aktivitas sementara itu lantaran pihak pengelola SPBU dinilai kurang mampu menjaga stok bahan bakar minyak (BBM) jelang penurunan harga BBM. “Sebenarnya tidak ada alasan kerugian, karena Pertamina memberlakukan kebijakan penebusan harga baru bagi pengelola SPBU itu dari H minus dua (sebelum penyesuaian harga baru BBM-red),” ujarnya kepada radarbanten.com, Senin (19/1/2015) pagi.

Pemberlakuan naik turun harga BBM itu, kata dia, akan berlangsung selama dua pekan ini sesuai dengan kebijakan pemerintah. Pemerintah memberlakukan harga baru untuk premium senilai Rp6.700 per liter khusus di pulau Jawa, Madura dan Bali, dan di luar itu seharga Rp 6.600 per liternya. Sedangkan solar turun menjadi Rp6.400 per liter. “Kalau misalnya sekarang ini harganya sudah Rp6.700 dan kemarin masih Rp7.600 perliter untuk premium, jadi kalau pengusaha SPBU kemarin beli di Pertamina, harganya sudah Rp6.700. Jadi tidak ada alasan mereka akan rugi itu,” katanya.

Pertamina memasang spanduk yang bertuliskan “SPBU ini dalam pembinaan PT Pertamina (Persero)”. Pemasangan spanduk sejenis, jelasnya, juga bisa dilakukan PT Pertamina terhadap SPBU bila adanya prosedur yang belum dipatuhi, infrastruktur yang rusak, maupun tata tertib adminstrasi yang belum beres. “Insya Allah, siang atau sore ini stok sudah normal, SPBU itu bisa beroperasi lagi,” tandasnya. (Devi Krisna)