Ini Cara Perpisahan Wolverine kepada Fans

HINGGA AKHIR: Akting Hugh Jackman (Logan) dan Sir Patrick Stewart (Charles Xavier) dalam Logan. Keduanya memilih film ini untuk sama-sama mundur dari jagat X-Men. (Ben Rothstein/Marvel via imdb)

PERPISAHAN hampir selalu menyakitkan. Tapi, tidak ada yang semenyakitkan cara Hugh Jackman mengucapkan selamat tinggal kepada fans Wolverine. Pernyataan Jackman bahwa Logan menjadi akhir karirnya sebagai mutan bercakar adamantium membuat fans harap-harap cemas. Mereka berbondong-bondong menonton Logan sejak diputar kali pertama Jumat lalu (3/3).

Hasilnya, box office akhir pekan resmi jadi milik Logan. Di Amerika Utara saja, film besutan James Mangold itu mengumpulkan USD 85,3 juta (Rp 1,138 triliun). Jika ditotal dengan catatan penjualan di mancanegara, film yang dibintangi Jackman dan Sir Patrick Stewart itu meraup USD 152,5 juta (Rp 2,035 triliun). Pendapatan yang lebih dari lumayan buat film dengan biaya produksi USD 97 juta (Rp 1,295 triliun).

Mangold mengungkapkan, Logan merupakan proyek pertaruhan. Studio rela film tersebut disemati rating R (dewasa) demi menampilkan aksi dan cerita yang lebih menggigit. Logan menampilkan eksplorasi karakter lewat berbagai adegan kekerasan setara film Quentin Tarantino. ”Ceritanya juga lebih berat,” ucap Mangold seperti dikutip Heat Vision.

Film berdurasi 137 menit itu merupakan satu-satunya film Wolverine yang digarap dengan rating R. Di jagat Marvel, Logan adalah film R-rated kedua setelah Deadpool. Hasilnya tidak mengecewakan. Logan dan Deadpool sama-sama memuncaki box office pada pekan perdananya. Padahal, bujet penggarapannya termasuk irit untuk kelas film superhero.

”Pendapatan pekan perdana tinggi menunjukkan bahwa audiens merasa terhubung dengan ceritanya. Alurnya jelas, penonton pun merespons positif,” tegas Chris Aronson, kepala distribusi domestik Fox. Jeff Bock, analis lembaga riset dan pengolahan data Exhibitor Relations, ikut menegaskan bahwa gaya film R-rated lebih pas buat Fox.

”Fox perlu cerita yang lebih bold. Audiens kini bisa menerima film X-Men dengan cerita lebih berat,” paparnya kepada Variety. Bock menambahkan, strategi mematok rating R juga bisa diadaptasi DC Comics dan Warner Bros. Sebab, dari segi cerita, film adaptasi DC Comics punya nuansa dark dan kompleks. ”Intinya, pihak studio harus mampu mengarahkan cerita yang dipunyai. Jangan memaksakan film PG-13, lalu filmnya terasa garing,” tegasnya.

Di sisi lain, perasaan Jackman cukup campur aduk ketika ”melepas” Wolverine. Bagaimana tidak, peran itu sudah bersamanya selama 17 tahun, tepatnya sejak X-Men kali pertama dirilis pada 2000. Jackman juga jadi satu-satunya aktor yang muncul di hampir semua installment X-Men.

”Aku cinta karakter ini,” kata Jackman kepada The Hollywood Reporter. ”Aku tidak bisa bilang kalau aku akan merindukan Wolverine. Dia tidak ke mana-mana. Dia akan selalu denganku,” imbuhnya. Ya, peran Logan memang tak akan diberikan kepada orang lain. Di film X-Men selanjutnya, Profesor X tentu masih diperankan James McAvoy. Sementara itu, Logan tidak tergantikan.

Sampai-sampai ada meme yang menyebut bahwa Superman dimainkan banyak aktor. Mulai Christopher Reeves, Brandon Routh, sampai Henry Cavill. Batman pun begitu. Aktor yang pernah memakai kostum kelelawar mulai Michael Keaton, Christian Bale, hingga Ben Affleck. Kalau Wolverine? Ya hanya Jackman.

”Film ini (Logan, Red) benar-benar surat cinta Wolverine kepada fans,” ungkap Jackman. ”Tapi, lebih dari itu, aku ingin membuat film di mana orang yang tidak nonton X-Men sebelumnya atau membaca komiknya bisa menikmati. Dan mendapatkan sesuatu dari situ. Aku memberikan seluruh hatiku untuk Logan,” tambah aktor 47 tahun itu. Ya, kamu berhasil, Jackman. Tapi, perpisahan ini terlalu menyakitkan. (fam/c6/na/tia/JPG)