CILEGON – Berdasarkan data sementara di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, banjir yang terjadi di Kota Cilegon, Sabtu (10/2) telah merendam ratusan rumah warga. Lingkungan Ramanuju, Rokal, dan Cigading menjadi wilayah terdampak yang paling parah.

“Kita belum selesai (menghitung korbannya). Tapi tadi di Rokal ada 200, Ramanuju ada 300, di sini belum tahu, dan di Karang Asem ada 6 rumah,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon Abadiah saat meninjau warga Lingkungan Pintu Air, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan.

Kedatangan Dinsos Cilegon di lingkungan Pintu Air untuk memberikan bantuan makanan instan. Ia mengaku baru sampai siang hari ini karena jalan menuju Anyer sudah macet total.

“Saya datang ke sini untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan warga dan solusi apa yang harus kita lakukan untuk menyampaikannya ke pimpinan. Kita ke sini bawa sembako, beras, indomie, dan sardencis. Tapi ini baru simbolis saja,” katanya.

Ia mengaku masih ingin meminta data dari pengurus RT dan RW untuk memberikan bantuan dengan jumlah yang utuh itu. “Harus didata dulu. Karena setiap 1 jiwa akan mendapatkan lima kilogram beras, 10 bungkus indomie, dan sardencis. Teman-teman Tagana sudah menyiapkan agar hari ini sudah bisa terdistribusikan,” ucapnya.

Sementara itu, Iman, seorang warga berharap bukan hanya dari pihak Dinas Sosial saja yang datang untuk melihat masyarak namun juga dari instansi lainnya di lingkungan Pemkot Cilegon beserta industri-industri sekitar. “Banjir ini juga terjadi karena dampak keberadaan industri yang menutup saluran air menuju ke laut,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, BPBD Kota Cilegon belum memberikan keterangan resminya terkait bencana banjir ini. Dihubungi Radar Banten Online melalui saluran WhatsApp, Kepala BPBD Kota Cilegon Rasmi Widyani belum memberikan balasan. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)