Ini Empat Medan Pileg yang Berat Bagi Demokrat Banten

0
98

SERANG – Dari delapan kabupaten kota yang akan menjadi medan di Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang, ada empat daerah yang dianggap medan paling berat bagi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Banten.

Sekretaris Jenderal DPD Partai Demokrat Banten Eko Susilo menjelaskan, keempat daerah tersebut diantaranya, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kita Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Empat daerah itu PR (pekerjaan rumah) besar bagi kita,” kata Eko di Hotel Ledia tadi malam, Sabtu (17/3).

Dijelaskan Eko, agar pada Pileg tahun depan Demokrat bisa menang di daerah tersebut, upaya politik sudah dilakukan sejak sekarang dengan cara memasang media publikasi dan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat.

Dalam pendaftaran bakal calon legislatif yang baru saja di launching tadi malam, untuk empat daerah tersebut Demokrat Banten akan melaksanakan lebih ketat.

“Kita ketat menyaring calon dewannya,” katanya.

Terkait proses pendaftaran bakal calon legislatif, Demokrat Banten akan melakukannya dengan bernagai tahapan. Seperti seleksi administrasi, uji kelayakan, pembuatan makalah, serta akan dilakukan survei.

Untuk survei, Demokrat Banten akan bekerjasama dengan lembaga survei prifesional dan memiliki kredibilitas. Sedangkan untuk uji kelayakan, Demokrat Banten akan bekerjasama dengan sejumlah akademisi.

Langkah-langkah itu menurut Eko sebagai wujud keseriusa Demokrat Banten dalam menyiapkan calon wakil rakyat.

Disinggung target pemenangan, Eko mengaku Demokrat Banten menargetkan sebanyak-banyaknya. Paling tidak 50 persen dari seluruh kursi yanh tersedia di setiap dapil.

Sebelumnya, hal senada pun diungkapkan oleh Ketua DPD Demokat Provinsi Banten Iti Octavia Jaya Baya. Menurutnya, Demokrat Banten menargetkan kemenangan sebanyak-banyaknya.

“Karena dengan kemenangan yang banyak itu kita semakin mudah mengakomodir aspirasi dari masyarakat,” tuturnya.

Iti menjalskan, pihaknya akan mengkombinasikan calon yang tua dengan yang muda di pesta demokrasi tersebut. Yang dimaksud Iti tua yaitu tidak sekadar tua secara usia, namun calon yang sudah memiliki pengalaman banyak diperpolitikan.

“Kadang-kadang muda semua juga kan emosional juga. Yah semua tingkatan ada. Anak-anak muda juga jangan terlalu ego merasa paling tau kondisi saat ini, tetep perlu bimbinhan dari yang tua,” ujar Iti.

Adapun yang muda, lanjut Iti untuk mendongkrak suara pemilih dari kalangan milenial khususnya pemilih pemula di setiap daerah pemilihan (Dapil) yang ada. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)