Ini Empat Mitos Penyebab Kanker Rahim

PESAN terkait empat hal yang tidak boleh dilakukan saat haid karena mengakibatkan kanker rahim banyak beredar di media sosial.

Informasi tersebut sering dianggap benar karena mencatut nama Lembaga Penyuluh Kanker Indonesia atau LPKI.

Empat hal yang tidak boleh dilakukan itu adalah tidak minum air es, air soda, dan kelapa saat haid.

Lalu, larangan untuk tidak keramas. Alasannya, pori kepala sedang terbuka saat haid sehingga bisa mengakibatkan sakit kepala (kena angin kepala).

Kemudian, dalam pesan itu juga disebutkan makan mentimun saat sedang haid berbahaya.

Sebab, getah yang ada pada mentimun bisa mengakibatkan haid tersisa di dinding rahim.

Dan, yang terakhir, saat haid, tubuh tidak boleh terbentur, terjatuh, dan terpukul benda keras karena mengakibatkan muntah darah dan rahim terluka.

“Inilah asal-usul kanker Rahim,” tulis pesan tersebut.

Di bawah empat hal itu, masih ada lagi yang disebut mengakibatkan kanker rahim. Yakni, minum es saat haid.

“Minum es saat haid bisa menyebabkan darah haid tersisa di dinding rahim. Setelah 5-10 tahun dapat menyebabkan “KISTA & KANKER RAHIM”. Tolong info ini disebarkan ke banyak wanita baik ibu, istri, anak putri kita, maupun teman wanita, sebagai kepedulian kita terhadap sesama,” tulis pesan itu. Di bagian akhir terdapat tulisan bahwa informasi tersebut bersumber dari LPKI.

Terkait masalah itu, Jawa Pos menemukan sebuah artikel tanya jawab di situs klikdokter. Situs kesehatan tersebut dikelola sejumlah dokter. Dr Nina Kusumawardhani, dokter umum sekaligus tim penulis medis di klikdokter, mengatakan, informasi itu tidak valid.

Menurut dia, kanker rahim sama sekali tidak berhubungan dengan keramas, minum es, dan benturan.

Faktor risiko munculnya kanker adalah faktor genetik (riwayat keluarga), gaya hidup, merokok, dan makanan.

Bisa juga karena faktor eksternal lainnya seperti infeksi virus HPV pada kanker leher rahim.

Sebenarnya telah banyak yang mengonfirmasi bahwa kabar itu adalah kabar tidak benar.

Tapi, sampai saat ini, masih banyak yang menyebarkannya. Jawa Pos menemukan pelakunya ialah akun fan page Ustadzah Oki Setiana Dewi (fb.com/ustadzahOkiSetianadewicantik).

Fan page itu tentu abal-abal, asal mencatut nama Oki Setiana Dewi. Sebab, fan page Oki yang asli beralamat di fb.com/ustadzah.OSD. (gun/c17/fat/jpnn)