Ranta Soeharta
Sekda Banten Ranta Soeharta.

SERANG – Kesal dengan ketidakhadiran Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Banten dalam acara Sosialisasi Pergub Nomor 71 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Forum SKPD Provinsi Banten tahun 2016 di Ballroom Bappeda Banten, Senin (25/1/2016), Sekretaris Daerah (Sekda) Ranta Soeharta naik pitam. Bahkan dalam sambutan, Ranta tidak segan menyemprot sejumlah Kepala SKPD.

Di dalam forum, Ranta tidak segan-segan menguak kesalahan yang dilakukan sejumlah SKPD. Beberapa SKPD yang terkena kritik pedas Ranta pada saat itu seperti Satuan Polisi Pamong Praja, Biro Perlengkapan dan Aset Daerah, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Biro Organisasi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penanggulanangan Bencana Daerah (BPBD), dan ULP.

“Amanat dari gubernur, PNS jangan out posission, nanti Bappeda yang mengguide. Penilaian gubernur masih ada kepala SKPD out posission, maen-maen di luar rumah kita. Jangan tunjuk-tunjuk lagi menyalahkan Bappeda, semuanya harus kerja, harus jemput bola,” papar Ranta.

Di Biro Perlengkapan, Ranta mengkritik terkait pengelolaan aset daerah. Misalnya terkait pengelolaan kendaraan dinas. “Saya temui di lapangan, sudah lima mobil digunakan oleh dinas vertikal yang tidak ada kaitan dengan Pemprov Banten, di kabupaten/kota, ini kok bisa, satpol PP-nya jangan tidur. Kenapa saat saya lihat, ada staf TKS, staf memegang motor dinas, motornya hilang, yang salahkan stafnya bukan bagiannya. Yang menandatangani kan bukan staf, bagiannya yang harus bertanggung jawab,” tambah Ranta.

Semprotan Ranta beralih ke BPBD, Ranta menyemprot BPBD terkait keluhan sejumlah pengusaha yang belum mendapatkan bayaran proyek. “Ujug-ujug ada pengusaha yang datang ke saya nagih. Tuntut saja kepala SKPD yang kontrak sama Anda, laporkan ke polisi atau kejaksaan. Masalahnya ujug-ujug ada yang nagih ke saya, dan kepala SKPDnya tidak laporan. Yang ngambek ke saya ada urusan dengan bencana,” pungkasnya.

Sementara kepada Diahubkominfo, Ranta menunjuk langsung Kepala SKPD tersebut, Revri Aroes, yang dinilainya jarang menghadiri pertemuan kepala SKPD. “Jarang rapat atasan Anda. Staff bilang sama atasan anda. Katanya harus banyak silaturahmi,” ujarnya. (Bayu)