Ini Kiat Kafilah Kota Tangerang Selatan Juara Umum MTQ Banten

0
819 views
Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (ketiga dari kanan) usai menerima piala juara umum dan sertifikat LPTQ Banten Award.

SERANG – Kota Tangerang Selatan mampu membuktikan dominasinya sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Banten. Pada MTQ XVII pada 10-15 Aguatus 2020 berhasil menjadi juara umum. Bahkan juara tahun ini merupakan juara keenam kali dan diperoleh secara berturut-turut.

Ketua Harian LPTQ Kota Tangerang Selatan Muhamad Sobron Zayyan mengungkapkan rasa syukur.

“Alhamdulillah ini adalah anugrah dari Allah Subhanahuwataala. Kita mendapatkan juara umum keenam kalinya secara berturut-turut. Tentunya ini menjadi motivasi yang sangat kuat bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan untuk kedepannya agar lebih mencintai Alquran dan lebih banyak memperdalam Alquran karena Kota Tangerang Selatan motonya adalah Cerdas Modern Religius. Oleh karena itu saya berharap prestasi ini akan menjadi inspirasi bagi masyarakat Tangerang Selatan untuk lebih giat lagi mempelajari Alquran di masa-masa mendatang,” ungkap Sobron usai acara penutupan di pendopo gubernur, Sabtu (15/8).

Menurutnya, prestasi ini tidak mudah diperoleh. Sangat berat sekali perjuangannya. Pihaknya harus melakukan pembinaan mulai tahap satu, tahap dua, tahap tiga, sampai tahap empat yang memakan waktu cukup lama.

“Apalagi di musim pandemi seperti sekarang ini. Pembinaannya tidak boleh tatap muka langsung, tapi melalui daring atau dari jarak jauh. Oleh karena itu, ini adalah perjuangan yang sangat luar biasa. Sampai kejar-kejaran dengan kabupaten kota lain. Alhamdulillah, akhirnya Tangsel membuktikan masih tetap bertahan untuk yang keenam kalinya sebagai juara umum,” ungkap Sobron.

Ditanya mengenai kiatnya seperti apa, Sobron mengatakan, pertama kekompakan dari semua elemen, terutama dari para pembina, peserta, dan ofisial. “Semuanya harus kompak. Kalau tidak kompak, agak sulit rasanya,” kata Sobron.

Kedua, lanjut dia, kualitas peserta. “Kalau kualitas tidak bagus, tidak bisa. Kami mempertahankan kualitas peserta,” kata Sobron. (aas)