Ini Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi

0
507 views
Polisi berjaga di sekitar rumah terduga teroris di Bintara Jaya VIII, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/12). Foto: JawaPos.com

JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menciduk tiga terduga teroris di Bintara, Bekasi, Jawa Barat. Penangkapan itu dilakukan di sebuah rumah kontrakan kawasan Bintara Jaya 8 RT 04 RW 09, Bintara, Bekasi pada sore tadi.

Kasubag Humas Polres Bekasi, AKP Erna Rewing menerangkan, kronologi dari penangkapan tiga terduga teroris jaringan Bahrun Naim itu berawal dari Densus 88 membuntuti Nur Solihin, terduga teroris dari Solo, Jawa Tengah.

Setelah tiba di Jakarta, Nur Solihin yang menggunakan mobil Daihatsu ALYA ini langsung menjemput Dian Yulia Novi di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Keduanya membawa satu buah kardus untuk dikirim lewat pos. Merasa curiga, Densus 88 langsung menuju kantor pos dan mengecek kardus tersebut.

Dari kardus itu ditemukan pakaian dan surat wasiat dari Dian Yuli Novi kepada kedua orangtuanya. Adapun isi surat wasiat tersebut menyatakan kesiapan Dian Yuli Novi untuk melakukan amaliyah.

Setelah mengantar ke Kantor Pos, Nur Solihin, Dian Yuli Novi dan Agus Supriadi menuju kontrakan nomor 104 di Jalan Bintara Jaya VIII Bekasi, Jawa Barat, dengan membawa sebuah ransel sambil meninggalkan Dian Yuli Novi di indekos.

Sekitar pukul 15.40, Agus dan Nur Solihin ditangkap di bawah flyover Kalimalang. Lantas menyusul Dian Yuli Novi yang ditangkap di indekos sekitar pukul 15.50 WIB.

Pada saat digerebek, petugas Densus 88 menemukan bom. Rencananya bom itu akan diledakkan di Istana Negara pada saat serah terima jaga paspampres.

Sebelumnya, sekitar pukul 19:40 WIB satu bom telah diledakkan oleh Densus 88. Hingga berita ini diturunkan, kontrakan terduga teroris masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto menerangkan, Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri juga menangkap seorang terduga teroris bernama Abu Izzah pukul 18.15 WIB.

“Pelaku ditangkap di Sabrang Kulon, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah,” kata dia, Sabtu (10/12), sebagaimana dilansir JawaPos.com.

Mantan Kapolres Klaten ini menuturkan, keterlibatan pelaku ini adalah merakit bom untuk diledakan di Istana Negara.

“Abu Izzah orang yang merakit bom yang dibawa oleh Solikhin ke Jakarta,” sambung dia.

Rikwanto menambahkan, pelaku kini terus menjalani pemeriksaan secara intensif. Sehingga total ada empat teroris yang dibekuk pada hari ini. (elf/JPG)