Ini Kronologi Polisi Malaysia Bekuk Siti Aisyah

0
565 views
Paspor atas nama Siti Aisyah yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Aisyah kini ditahan Polisi Diraja Malaysia atas dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan Kim Jong-nam. Foto: JawaPos.Com/istimewa

POLISI Diraja Malaysia sempat menggerebek sebuah hotel, Kamis (16/2) dalam rangka mengungkap pembunuhan atas Kim Jong-nam yang juga kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Dari penggerebekan itulah kepolisian di negeri jiran tersebut menangkap warga negara Indonesia (WNI) bernama Siti Aisyah.

Penangkapan atas perempuan kelahiran Serang, Banten, 11 Februari 1992 itu bermula saat Polisi Diraja Malaysia mengamankan kekasihnya terlebih dahulu. Namanya Muhammad Farid Jalaluddin (26).

Sebagaimana dikutip dari laman The Star, sumber di Kepolisian Diraja Malaysia menyebut Siti ditinggal kabur oleh tersangka pertama yang bernama Doan Thi Huong. Pemegang paspor Vietnam itu ditangkap Rabu (15/2) saat hendak kembali ke negaranya melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Rekaman CCTV menunjukkan Doan yang mengenakan kaus bertuliskan LOL (lot of laugh) sempat bersembunyi bersama Aisyah di sebuah hotel di wilayah Ampang. Namun, polisi juga mengendus empat pria lain yang diduga terlibat dalam pembunuhan atas Jong-nam.

Doan bersama Aisyah dan empat pria lainnya terekam CCTV sedang memantau KLIA sehari sebelum eksekusi atas Jong-nam. Sumber The Star menuturkan, Aisyah, Doan dan empat pria yang kini diburu sempat terlihat bersenda gurau, bahkan saling menyemprotkan cairan sembari berjalan-jalan di KLIA2.

Merujuk rekaman CCTV, Polisi Diraja Malaysia meyakini para tersangka memang telah merencanakan pembunuhan atas Jong-nam. Aksi mereka memantau KLIA2 pada Minggu (12/2) atau sehari sebelum eksekusi atas Jong-nam diyakini sebagai bagian dari rencana eksekusi.

“Mereka mungkin sedang mencari titik yang tepat untuk menyerangnya (Jong-nam, red) di ruang keberangkatan,” ujar sumber itu seraya menambahkan, empat pria yang bersama Doan dan Aisyah diduga sebagai otak di balik pembunuhan.

Polisi mulanya membekuk Doan. Selanjutnya, polisi menangkap Farid Jalaluddin yang berperan sebagai sopir pengantar Aisyah ke hotel tempat Doan bersembunyi.

Doan berupaya kabur meninggalkan Aisyah, Rabu (15/2). Namun, rencana pelarian cewek Vietnam berusia 28 tahun itu gagal karena dibekuk polisi di KLIA.

Sedangkan Aisyah dibekuk saat sendirian di kamar hotel di Ampang, Kamis (16/2) pukul 02.00. Menurut polisi, pintu kamar yang ditempati Aisyah di lantai tiga tidak terkunci.

Dalam penggerebekan itu Polisi Diraja Malaysia menemukan sejumlah uang termasuk tiga lembar USD 100. Polisi juga menyita dua telepon genggam. Satu handphone tanpa SIM card, sedangkan satunya dipasangi SIM card lokal.

Aisyah ternyata penggemar barang-barang bermerek. Polisi menemukan tas Louis Vuitton, kacamata Ray-Ban serta sepatu Charles and Keith di kamar hotel tempat Aisyah bersembunyi.

Polisi Diraja Malaysia saat ini tengah mendalami kaitan antara Aisyah, Doan, serta empat pria yang kini buron dan Farid Jalaluddin. Hanya saja, Farid belum menyandang status tersangka.

“Dia bukan tersangka utama, namun membantu kami dalam penyelidikan,” kata Kepala Kepolisian Selangor Komisaris Datuk Seri Abdul Samah Mat. (ara/jpnn)